WHO Ubah Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Alasannya?

WHO Ubah Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Alasannya?
Physical Distancing (Dok. Pelindo III)

Istilah social distancing nggak lagi digunakan karena diganti dengan physical distancing. Apa sih tujuan dan maksud dari perubahan ini?

Inibaru.id – Organisasi Kesehatan Dunia dari PBB (WHO) sejak Jumat (20/3/2020) memutuskan untuk nggak lagi memakai istilah social distancing. Untuk menggantinya, WHO kini memakai istilah physical distancing. Apa alasan dari keputusan ini?

Penggunaan istilah physical distancing bermaksud untuk mengklarifikasi bahwa ada perintah untuk berdian diri di rumah demi memutus rantai penyebaran virus corona. Istilah ini juga berarti agar masyarakat menjaga jarak fisik satu sama lain. Dengan istilah ini, WHO berharap agar masyarakat nggak memutus hubungan sosial.

Physical distancing di angkutan umum (Antara/Aprillio Akbar)
Physical distancing di angkutan umum (Antara/Aprillio Akbar)

Pemerhati Bahasa Indonesia Ivan Lanin lewat akun Twitter-nya @ivanlanin pada Minggu (23/3) menjelaskan tentang alasan WHO mengubah frasa tersebut. Dia juga mengartikan social distancing dengan pembatasan sosial sementara physical distancing dengan pembatasan fisik.

Dalam cuitannya, Ivan juga menyertakan gambar hasil tangkapan layar dokumen dari WHO untuk mendukung penjelasannya, lengkap dengan sebuah kalimat yang diberi warna khusus.

Kami mengubah frasa ini karena kami ingin masyarakat untuk tetap saling melakukan kontak,” tulis WHO di dokumen tersebut.

Physical distancing (detik.com)
Physical distancing (detik.com)

Maria van Kerkhove, Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO yang juga sedang menangani respons wabah COVID-19 menjelaskan bahwa menghindari kerumunan atau keramaian bisa membantu mencegah penularan virus corona. Selain berada di rumah saja dan mengurangi aktivitas di luar rumah, masyarakat juga disarankan menjaga jarak dari orang lain.

“Namun, menjaga jarak fisik bukan berarti kita memutus hubungan sosial dengan orang yang kita cintai, dari keluarga kita,” terang van Kerkhove.

Meskipun secara fisik terpisah, kita juga tetap bisa berhubungan meskipun hanya dengan memakai peralatan berteknologi tinggi.

“Teknologi yang sering kita salahkan karena merusak tatanan sosial mungkin sekarang justru sangat berguna untuk menyatukan semua orang,” ucap Jamil Zaki, professor psikologi yang berasal dari Stanford University.

Kalau menurut Millens, perubahan frasa ini sebenarnya perlu atau nggak nih? (Kom/IB09/E06)