Waspadai Tanda Nyeri Nggak Wajar Setelah Berolahraga

Waspadai Tanda Nyeri Nggak Wajar Setelah Berolahraga
Ilustrasi pegal setelah berolahraga. (Natural-cure)

Nyeri setelah berolahraga wajar dialami setiap orang, terutama jika baru mengawali olahraga atau baru menaikkan intensitas olahraga. Namun, ada juga nyeri yang nggak wajar, lo.

Inibaru.id – Rasa nyeri dan pegal pada tubuh setelah berolahraga wajar terjadi. Hal ini bisa dialami setiap orang, bahkan seorang profesional sekalipun. Adaptasi sel otot terhadap aktivitas olahraga yang baru dilakukan menjadi alasannya.

Meskipun wajar terjadi, nggak menutup kemungkinan rasa nyeri dan pegal yang dirasakan setelah olahraga disebabkan aktivitas otot yang berlebihan atau bahkan cedera. Jika demikian, kamu tentu patut waspada.

Ada beberapa tanda rasa nyeri nggak wajar setelah berolahraga yang dapat kamu waspadai. Salah satunya jika rasa nyeri yang kamu rasakan sampai membuatmu nggak bisa melakukan aktivitas sehari-hari bahkan yang tergolong ringan.

Ilustrasi pengobatan pada rasa nyeri. (Run Haven)

Selain itu, rasa nyeri yang nggak wajar dapat diketahui jika nyeri itu nggak hilang setelah lebih dari 72 jam seperti ditulis laman Hellosehat, (12/2/2018). Rasa nyeri yang demikian lamanya mungkin saja bukan nyeri otot biasa, Millens.

Kamu juga patut waspada jika rasa nyeri yang kamu rasakan dibarengi dengan pembengkakan pada bagian tungkai, terutama jika pembengkakan itu mengakibatkan berkurangnya pergerakan pada sendimu.

Tanda lain yang patut kamu waspadai adalah ketika kamu lebih jarang buang air kecil. Saat buang air kecil, urine yang keluar justru berwarna gelap. Jika demikian, kamu perlu segera berkonsultasi dengan dokter, ya.

Jika dilakukan dengan benar, risiko cedera saat olahraga dapat diminimalisir. (Shutterstock)

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko nyeri nggak wajar setelah berolahraga. Salah satunya dengan melakukan olahraga secara perlahan dan bertahap. Yap, jangan langsung berolahraga dalam intensitas yang berat jika kamu belum terbiasa.

Berikan pula jeda istirahat yang cukup selama berolahraga untuk mengurangi risiko cedera. Jika dilakukan secara tepat, risiko cedera dan nyeri yang berlebihan tentu dapat dihindari. Yuk, olahraga dengan lebih cermat, Millens! (IB10/E04)