Waspadai Happy Hypoxia, Gejala Baru pada Penderita Corona

Waspadai Happy Hypoxia, Gejala Baru pada Penderita Corona
Ilustrasi penderita Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Happy hypoxia diketahui sebagai gejala baru penderita virus Corona yang nggak menunjukkan tanda-tanda apapun. Kepala Dinas kesehatan Kota Semarang mendorong masyarakat agar tetap waspada.

Inibaru.id – Belum lagi pandemi virus Corona mereda, kini kembali ditemukan gejala baru pada penderitanya yang disebut dengan happy hypoxia. Gejala ini diketahui sudah dialami oleh beberapa orang yang terjangkit virus Corona di beberapa daerah.

Happy hypoxia merupakan kondisi pasien mengalami tingkat saturasi oksigen dalam darah rendah yang bisa menyebabkan ketidaksadaran hingga kematian. Namun, pada saat itu pasien tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, atau tanda lain  yang mengisyaratkan terinfeksi virus Corona.

Seseorang dengan sindrom happy hypoxia akan terlihat seperti biasa, tidak mengalami gangguan kondisi fisik , bisa juga berkomunikasi padahal gejala ini bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran bahkan kematian.

Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala ini.

“Gejala ini cukup berbahaya kalau tidak diawasi. Jadi perlu diwaspadai karena pasien tidak merasakan sakit atau gejala apa-apa tapi tiba-tiba bisa sesak napas,” terang Abdul pada Kamis (27/8).

Happy hypoxia nggak menunjukkan gejala apapun. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Happy hypoxia nggak menunjukkan gejala apapun. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Sebelumnya, diketahui gejala happy hypoxia dialami oleh pasien Covid-19 yang meninggal di Banyumas, Jawa Tengah. Untuk Itu, Abdul mengungkapkan perlunya pengawasan ketat oleh dokter penanggung jawab pelayanan di rumah sakit untuk mengantisipasi gejala ini.

“Masing-masing DPJP (dokter penanggung jawab pasien) pasti sudah mengawasi pasien dengan gejala seperti ini,” ungkapnya.

Meskipun belum menemukan laporan terkait pasien dnegan gejala happy hypoxia di Semarang, namun pihaknya menekankan pentingnya mencegah penularan virus Corona.

“Yang terpenting mencegahnya dengan disiplin menerepakan protokol kesehatan setiap beraktivitass di luar rumah,” tuturnya.

Tatap patuhi protokol kesehatan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Tatap patuhi protokol kesehatan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Saat ini, masih ada 465 orang yang menjalani perawatan kerena terjangkit virus Corona di Kota Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengajak masyarakat untuk turut waspada dengan gejala yang satu ini lewat unggahan di akun Instagramnya.

Happy hypoxia - kamu tahu gak apa itu? Ayo jaga kesehatan kita semua dengan turut mengikuti protokol disiplin,” tulis Ganjar.

Duh makin beragam saja ya gejala Covid-19. Yuk tetap jaga kewaspadaan kita, Millens! (Kom/IB27/E05)