Waspada, Ini Tanda-Tanda Kamu Adalah Hidden Carrier Virus Corona

Waspada, Ini Tanda-Tanda Kamu Adalah Hidden Carrier Virus Corona
Ilustrasi hidden carrier (microbiozindia.com)

Merasa sehat tanpa gejala Covid-19 nggak menjamin kamu bebas dari virus corona. Bahkan, bisa jadi kamu adalah pembawa atau carrier virus ini dan bisa menularkannya ke orang lain. Berikut adalah tanda-tanda dari seorang hidden carrier.

Inibaru.id – Virus corona nggak milih-milih dan bisa menyerang siapa saja. Kamu pun wajib untuk menjaga diri dengan baik agar terhindar dari penularan virus ini. Masalahnya adalah ada banyak orang yang terlihat sehat namun sebenarnya sudah terinfeksi, lo.

Dalam dunia medis, ada istilah bernama hidden carrier. Jika dikaitkan dengan Covid-19, hidden carrier ialah orang-orang yang sudah terinfeksi virus ini namun tidak mengalami gejala kesehatan apapun. Mereka pun terlihat sehat, tidak batuk, demam, apalagi sesak napas. Kebanyakan orang yang menjadi carrier ini adalah yang berusia muda dan memiliki sistem imun yang baik.

Sayangnya, para hidden carrier ini sulit dideteksi. Mereka juga menganggap dirinya sebagai orang yang sehat sehingga merasa tidak akan menularkan apapun ke orang lain.

Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan seseorang berpotensi menjadi hidden carrier.

1.       Nggak Terlihat Sakit atau Mengalami Gejala Kesehatan

Ilustrasi orang tanpa gejala (Net)
Ilustrasi orang tanpa gejala (Net)

Sistem imun tubuh yang kuat memang bisa mencegah datangnya penyakit. Namun dalam kasus virus corona, bisa memberikan kerugian secara tidak langsung. Banyak orang yang sudah terpapar virus ini namun memiliki sistem kekebalan tubuh yang prima. Virus pun tidak mampu menyebabkan gejala kesehatan.

Mereka pun merasa sehat dan pergi ke manapun tanpa khawatir. Sayangnya, virus ini bisa menular ke orang lain. Jika yang tertular memiliki sistem imun yang lemah, bisa mengalami masalah kesehatan atau bahkan meninggal dunia.

2.       Kehilangan Kemampuan Menghidu atau Mengendus

Ilustrasi penderita anosmia (Ocean/Corbis)
Ilustrasi penderita anosmia (Ocean/Corbis)

Penelitian membuktikan bahwa banyak orang yang positif Covid-19 tanpa gejala yang merasakan efek berupa hilangnya kemampuan mengendus atau mencium. Mereka sama sekali tidak mengalami demam, batuk, sesak napas, dan lain-lain. Mereka pun menjadi hidden carrier yang bisa menularkan virus ini ke orang lain.

“Di Korea Selatan, 30 persen pasien yang dites positif mengalami anosmia atau kehilangan kemampuan mengendus sebagai gejala utama yang mereka hadapi dalam kasus-kasus ringan,” kata Presiden Profesor Lembaga Rhinologi Inggris, Clare Hopkins.

3.       Kebanyakan Carrier Adalah Anak Muda

Ilustrasi anak-anak muda (Pexels.com)
Ilustrasi anak-anak muda (Pexels.com)

Kebanyakan orang yang menjadi Hidden carrier adalah yang berusia muda. Hal ini disebabkan oleh sistem imun di dalam tubuhnya yang cenderung masih sangat baik dan kuat. Meski virus tidak benar-benar mati di dalam tubuhnya, tak lagi mampu menyebabkan masalah kesehatan.

“Pada pasien muda, mereka nggak memiliki gejala yang signifikan, tetapi hanya kehilangan indera penciuman dan rasa. Hal ini menandakan virus ini tinggal di hidung,” kata Profesor Nirmal Kumar, Presiden Asosiasi Otorhinolaryngology Inggris.

4.       Sebaiknya Melakukan Isolasi Mandiri

Ilustrasi menjalansi isolasi mandiri (Istockphoto/LuCaLorenzelll)
Ilustrasi menjalansi isolasi mandiri (Istockphoto/LuCaLorenzelll)

Sulitnya mendeteksi hidden carrier mengakibatkan penyebaran rantai virus penularan masih terus terjadi. Maka dari itu, jika kamu baru saja pergi ke luar kota, sebaiknya melakukan isolasi mandiri setidaknya 14 hari demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Hal yang sama juga sebaiknya dilakukan jika kamu mulai kehilangan kemampuan mengendus aroma.

Bagaimana dengan kondisi tubuhmu, Millens? Apakah merasakan tanda-tanda sebagai hidden carrier nggak, nih? (Idn/MG31/E07)