Waspada Gejala Baru Covid-19, Timbul Ruam dan Benjol di Lidah

Waspada Gejala Baru Covid-19, Timbul Ruam dan Benjol di Lidah
Benjolan di lidah paling sering didapati pada pasien Covid-19. (Shutterstock)

Penelitian para ahli menunjukan ada gejala baru yang dialami pasien Covid-19. Hal itu didapati bedasarkan pemeriksaan dari ratusan pasien di rumah sakit di Kota Madrid, Spanyol.

Inibaru.id - Sebelumnya, gejala virus Corona yang paling umum adalah demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hingga kehilangan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa. Hanya, para ahli ternyata terus melakukan penelitian untuk mencari apakah ada gejala lainnya. Hasilnya, ditemukan fakta baru bahwa benjolan kecil di lidah bisa jadi gejala potensial virus corona.

Fakta ini terkuak dari pemeriksaan terhadap ratusan pasien di rumah sakit yang ada di Madrid, Spanyol. Mengacu laporan International Business Times, Sabtu (26/9/2020), setengah dari pasien mengalami manifestasi mukokutan berupa sindrom defisiensi imun.

Sindrom defisiensi imun atau gangguan imunodefisiensi adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Sistem imun penderita akan melemah sehingga dia lebih mudah sakit dan mengalami berbagai jenis infeksi.

FYI, nih Millens, imunodefisiensi bisa dibagi menjadi dua jenis: Imunodefisiensi primer, jenis gangguan sistem imun yang sudah muncul sejak lahir serta imunodefisiensi sekunder yang merupakan jenis yang didapat di kemudian hari. Tipe terakhir lebih umum terjadi dibandingkan jenis primer.

Gejala Covid-19 semakin bermacam-macam sehingga harus. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Gejala Covid-19 semakin bermacam-macam sehingga harus. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Seperempat pasien mengalami ruam di mulut. Yang paling umum adalah lingual papillitis dengan gejala berupa benjolan merah dan putih kecil di lidah. Gejala baru Covid-19 Studi ini terkuak setelah peneliti King's College London dan British Association of Dermatologists mengaitkan ruam dengan efek dari virus Covid-19.

Veronique Bataille, konsultan dermatologi yang memimpin penelitian virus corona ini mengungkapkan kalau riset yang dilakukannya menunjukkan bahwa ruam lebih bisa memprediksi Covid-19 daripada demam dan batuk, terutama pada anak-anak.

"Kami menemukan satu dari enam anak terkena ruam tanpa gejala klasik lainnya. Umumnya, ruam Covid-19 berlangsung selama beberapa minggu dan akhirnya hilang. Dalam beberapa kasus, obat yang diresepkan mungkin diperlukan jika ruamnya sangat gatal," kata Bataille seperti dilansir The Sun.

Gambar yang dikumpulkan dengan aplikasi Studi Gejala Covid pun mengungkap ada delapan jenis ruam yang bisa menjadi tanda penyakit Covid-19. Di antaranya adalah ruam di jari kaki dan tangan dengan warna merah, eksim pada dada, dan pityriasis rosea, penyakit kulit yang ditandai ruam merah atau merah mudah yang bersisik dan sedikit menonjol. Ruam yang timbul dapat disertai rasa gatal.

Sementara Dr. Tanya Bleiker yang merupakan Presiden British Association of Dermatologist mengatakan kalau riset ini menunjukkan adanya hubungan antara ruam tertentu dan Covid-19.

"Fakta ini sangat penting karena bisa menjadi deteksi dini Covid-19. Kami akan segera merilis gambar ruam atau tanda-tanda di kulit terkait Covid-19 bersama tim Studi Gejala Covid," ucap Tanya.

Wah, gejalanya semakin macam-macam saja ya, Millens. Terus jaga diri ya agar nggak sampai tertular. (Kom/IB28/E07)