Waspada, 7 Klaster Baru Covid-19 Muncul di Semarang

Waspada, 7 Klaster Baru Covid-19 Muncul di Semarang
Klaster baru Covid-19 di Semarang kembali bermunculan, khususnya di pasar. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Klaster baru Covid-19 di Semarang kembali bermunculan. Di mana sajakah klaster yang sebaiknya kamu waspadai ini?

Inibaru.id – Setelah sempat menurun, kasus positif Corona di Kota Semarang kini kembali bertambah. Hanya dalam kurun waktu sepekan setelah Lebaran, muncul tujuh klaster baru Corona di Kota Pahlawan. Salah satu klaster baru tersebut adalah Pasar Rejomulyo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pasar Kobong.

Klaster-klaster baru ini diungkap Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi usai melakukan evaluasi pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) tahap II di Kota Semarang dalam kurun waktu 25 Mei hingga 17 Juni. Selain Pasar Rejomulyo, klaster-klaster baru lainnya di antaranya berada di area publik seperti Pasar Prembaen, Pasar Jati Banyumanik, dan Pasar Burung Karimata.

Kasus positif di Pasar Rejomulyo, Pasar Jati Banyumanik, dan Pasar Burung Karimata ditemukan setelah diadakan tes massal di ketiga pasar tersebut sebelum Lebaran. Khusus untuk Pasar Prembaen, kasus orang yang ditemukan positif ternyata sudah berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) di rumah sakit.

Tes swab di salah satu lokasi di Semarang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Tes swab di salah satu lokasi di Semarang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Klaster selanjutnya adalah Rusunawa Kaligawe dan salah satu perbankan di Semarang. Klaster baru lainnya bahkan ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Tiga pejabat yang merupakan eselon II dan III dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes usap (swab test).

Khusus untuk klaster di keempat pasar, Pemkot Semarang kini melakukan penelusuran (tracing) ke pedagang lain dan keluarga kasus positif. Hal yang sama juga diterapkan pada klaster baru lainnya.

Menyikapi munculnya klaster-klaster baru virus corona ini, Walikota Semarang Hendi akan mengubah skema tes massal. Dia ingin Pemerintah Kota (Pemkot )Semarang lebih mengedepankan tes usap (swab test) daripada rapid test.

“Kami akan masifkan swab test di tempat yang berpotensi tinggi penyebaran Covid-19. Reagen yang kami beli cukup banyak,” ujar Hendi pada Selasa (2/6/2020).

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kota Semarang mengaku sudah menyiapkan 12.500 VTM untuk keperluan tes usap. Saat ini, terdapat tiga rumah sakit di Kota Semarang yang memiliki alat untuk memeriksa hasil tes usap. Ketiga rumah sakit tersebut yakni RSUD KRMT Wongsonegoro, RSUP Kariadi, dan RSND Diponegoro.

Millens, tetap hati-hati ya. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah dulu jika tinggal di kawasan zona merah Covid-19 seperti Kota Semarang. Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan. Stay safe and healthy! (Idn/IB03/E07)