Warganet Semprot BEM FT UNJ yang Buramkan Foto Pengurus Perempuan di Instagram

Warganet Semprot BEM FT UNJ yang Buramkan Foto Pengurus Perempuan di Instagram
Foto anggota perempuan BEM FT UNJ di-blur. (Instagram/@bemftunj)

Sejumlah warganet menyerbu postingan akun @bemftunj di Instagram yang mengunggah foto para pengurus perempuan dengan efek blur. Di sisi lain, akun @ferdhinar menjelaskan jika keputusan tersebut merupakan kesepakatan para pengurus perempuan

Inibaru.id – Akun Instagram @bemftunj yang dikelola oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendapat kritikan dari warganet karena mengunggah foto blur para pengurus perempuannya.

Kritikan tersebut juga dilontarkan oleh @Nadyazura lewat akun Twitternya.

“Gw sebagai sejarawan shock banget sama kualitas pendidikan perguruan tinggi negeri yang BEMnya ngeblur foto perempuan pengurus macam BEM Teknik dan MIPA UNJ atau diganti foto perempuannya dengan anime. GILAK ITU NAMANYA PENGHAPUSAN PERAN/EKSISTENSI PEREMPUAN DARI SEJARAH!” cuit Nadya

Postingan yang diunggah Senin (10/2/20) pukul 02.45 WIB ini langsung jadi viral dan mendapat bermacam-macam tanggapan dari para warganet. Salah satunya akun  Instagram @ferdhinar yang menjelaskan bahwa efek blur tersebut memang atas permintaan para pengurus perempuan sendiri.

Penjelasan @ferdhinar. (Twitter @eryghifar)
Penjelasan @ferdhinar. (Twitter @eryghifar)

Ferdhinar menulis sebelum foto tersebut diunggah, para pengurus perempuan diberi kesempatan untuk berembuk terkait unggahan foto apakah akan dihitamputihkan atau dinormalkan.

“Ini udah kesepakatan para wanita loh, gak ada tekanan dari cowo cowonya, bahkan gua bilang biasa aja gak usah digituin tapi kesepakatan para wanita yak tetep dibuat agak gelap, jadi kalian bisa beranggapan bemft ini melakukan praktik patriarki karna kalian kan gak tahu gimana awalnya ini bisa terjadi…” tulis Ferdhinar

Dia juga mengklaim pilihan para pengurus perempuan tersebut harusnya dihargai, bukan malah memaksakan pemikiran dari orang luar. Hal ini kontan mendapat kontra pula dari beberapa warganet. Seperti yang diungkapkan oleh tiga warganet berikut.

“Manakala ada perempuan yang "gagap" dalam "berbicara", atau malah sekadar membeo apa yang sering dikatakan kaum pria kepada dirinya ya jangan membiarkannya terus dng pikiran, lidah, & perilaku terkungkung. Bantu dia untuk berani & bicara mengungkapkan dirinya sesungguhnya.” Tulis @sefkelik.

“The real Kekerasan Simbolik menurut Bordieu. Korban tidak merasa menjadi korban karena ia tidak tahu bahwa ia korban. Semua itu beroperasi melalui bahasa atau wacana, simbol dan representasi. Satu semester dicekokin ini mulu sama Romo Moko.” Tulis @svaradiva mengingatkan netizen.

“Kalau memang itu adalah keputusan dari para perempuan di BEM FT UNJ, dapatlah kita pahami bahwa mereka (perempuan) di BEM tsb telah nyaman dengan budaya patriarki. Memang itu adalah hak mereka untuk ga dipampangin poto2nya, tp ya kita bisa menilai betapa nyaman atas patriarkisnya.” Tulis @kelsenprogresif menyayangkan kejadian ini.

Kritik Jehian. (Twitter @jehianps)
Kritik Jehian. (Twitter @jehianps)

Ternyata kebiasaan blur foto telah menjadi budaya tahunan. Seperti yang diposting oleh Jehian Panangian Sijabat via akunnya @jehianps yang juga kakak kandung artis medsos Jerome Polin. Dia menulis, “uda budaya tahunan” lalu melampirkan bukti tangkapan layar feed Instagram BEM FT UNJ.

Saat ini, unggahan BEM yang diketuai oleh Ibrahim Katoni Baurekso tersebut masih menuai pro dan kontra dari warganet. Kalau menurutmu gimana, Millens? (MG26/E06)

Tags : #Emunj