Warganet Geger, Pelaku Mutilasi Kalibata City Ternyata Pernah Viral Karena Kasus Perselingkuhan

Warganet Geger, Pelaku Mutilasi Kalibata City Ternyata Pernah Viral Karena Kasus Perselingkuhan
Dua tersangka kasus mutilasi Apartmen Kalibata City, Laeli dan Djumadil. (PMJNews)

Sebelum dikenal karena menjadi pelaku mutilasi di Apartemen Kalibata City, ternyata kedua pelaku sempat viral pada 2019 karena kasus perselingkuhan. Seperti apa sih kisah kedua pelaku ini?

Inibaru.id – Kasus mayat korban mutilasi yang ditemukan di unit kamar lantai 16 Tower Ebony, Apartemen Kalibata City masih menjadi perbincangan hangat warganet. Nggak hanya karena aksi mutilasi yang di luar nalar, warganet ternyata menemukan fakta lain yang cukup menggegerkan. Ternyata, kedua pelaku mutilasi sempat viral di media sosial akibat kasus perselingkuhan.

Pelaku yang memutilasi Rinaldi Harley Wismanu adalah pasangan kekasih Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin. Khusus untuk Laeli, perempuan berusia 27 tahun ini adalah lulusan Fakultas MIPA UI Angkatan 2012.

Banyak orang yang nggak menyangka Laeli alias Lele bisa sampai terlibat dalam kasus kriminal. Rekam jejaknya di kampus cukup mentereng karena pernah menjadi Ketua Pemira UI pada 2014. Dia juga bekerja di sebuah perusahaan farmasi yang cukup bergengsi di Ibu Kota.

Pelaku mutilasi Apartemen Kalibata City (SP/Joanito de Saojoao)
Pelaku mutilasi Apartemen Kalibata City (SP/Joanito de Saojoao)

Nama Laeli dan Djumadil sempat viral setelah akun Twitter milik mantan istri Djumadil (akun Twitter sengaja nggak kami ungkap) mengunggah foto dan informasi pribadinya pada September 2019 lalu. Sang mantan istri menyebut Laeli sebagai orang ketiga yang merusak rumah tangganya. Saat itu, kasus perselingkuhan ini viral dengan tagar #AkuMensJanganSentuhAkuYa.

Fakta lain yang ditemukan warganet adalah, Laeli ternyata seorang penulis yang cukup aktif berkarya di laman blog miliknya. Sejumlah warganet pun diketahui pernah mengutip kalimat yang pernah ditulis Laeli dari blog tersebut.

Kini, Laeli dan Djumadil telah ditahan oleh Polda Metro Jaya usai menguras isi rekening korban untuk membeli sejumlah barang. Proses penangkapan mereka di Cimanggis, Depok, pada Rabu (16/9) nggak berjalan mulus. Djumadil bahkan sampai ditembak kedua kakinya.

Di dalam rumah kontrakan tersebut, ditemukan sebuah lubang yang rencananya akan menjadi tempat mengubur potongan jasad Renaldi yang ‘dititipkan’ di Apartemen Kalibata City. Tapi, rencana mereka menghilangkan jejak bisa dihentikan oleh polisi.

Kini, keduanya terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup sesuai dengan Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana.

Kasus ini memang cukup menggemparkan masyarakat Tanah Air ya, Millens. Semoga saja para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. (Kum/IB09/E05)