Warganet Duga Penutupan ADA Fatmawati Semarang Terkait Klaster Baru Covid-19

Warganet Duga Penutupan ADA Fatmawati Semarang Terkait Klaster Baru Covid-19
ADA Swalayan Fatmawati, Kota Semarang ditutup karena ada kasus positif Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pemkot Semarang mengaku akan menutup salah satu swalayan di Kota Semarang demi memutus rantai penularan Covid-19. Beberapa saat kemudian, swalayan ADA Fatmawati ditutup oleh pengelolanya. Hal ini membuat warganet menduga jika swalayan ini adalah yang dimaksud oleh Pemkot.

Inibaru.id – Pemkot Semarang (Pemkot) mengaku akan menutup paksa salah satu swalayan di Kota Semarang karena menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Swalayan ini disebut-sebut sudah diminta untuk menutup layanannya namun nggak kunjung melakukannya. Tak lama kemudian, pengelola ADA Fatmawati Semarang mengumumkan penutupan pasar swalayan untuk sementara waktu.

Penutupan ADA Fatmawati diumumkan oleh pihak pengelola melalui unggahan di akun Instagram @pasar_swalayan_ada pada Selasa (9/6/2020). Tujuan penutupan adalah demi mendukung usaha Pemkot Semarang untuk memutus rantai penularan Covid-19. Nggak hanya ditutup sementara, ADA Fatmawati pun akan disinfektasi dan dibersihkan areanya.

Pengumuman penutupan ini justru membuat warga kaget dan peansaran. Apalagi sebelumnya ada desas-desus bahwa ada pengunjung positif corona yang berbelanja di salah satu swalayan terbesar di Kota Semarang ini.

Di tengah pandemi corona, banyak swalayan yang masih buka seperti biasa. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Di tengah pandemi corona, banyak swalayan yang masih buka seperti biasa. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Di kolom komentar, warganet pun langsung berspekulasi tentang ADA Fatmawati sebagai swalayan yang diduga akan ditutup paksa oleh Pemkot sebelumnya.

“Apakah swalayan ini yang dibicarakan pak walikota kemarin ya…” kata warganet @ernaristianti4976

Hal yang sama diungkap oleh akun @mamalia1975 “Terkonfirmasi sejak kapan min, supaya pengunjung bs ikut karantina mandiri sehubung kondisi tersebut,” katanya.

Pada Senin (8/6), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi hanya mengungkap akan menutup paksa sebuah swalayan. Dia nggak memberikan detail secara pasti terkait swalayan apa yang akan ditutup. Satu hal yang pasti, penutupan akan dilakukan pada Selasa (9/6).

“Kami menekankan jika pihak swalayan masih nggak melakukan penutupan meski sudah ditemukan kasus positif Covid-19 di sana, maka Pemerintah Kota Semarang akan mengambil tindakan untuk menutup paksa,” ungkap Hendi.

Ilustrasi belanja di pasar swalayan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi belanja di pasar swalayan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Setelah pengumuman penutupan sementara diunggah oleh pengelola ADA Fatmawati, warganet yang penasaran memutuskan untuk bertanya langsung ke akun media sosial Wali Kota Semarang. Mereka penasaran jika swalayan yang dimaksud Hendi akan ditutup adalah ADA Fatmawati.

Bukannya mengiyakan atau membantah, Hendi hanya menyebut jawaban dari pertanyaan warganet bisa ditemukan di lampiran poster pengumuman yang diunggah oleh akun media sosial resmi swalayan ADA Famawati.

“Jawabannya ada di pengumuman (poster yang diunggah) tersebut,” kata Hendi.

Kalau memang nggak perlu-perlu banget, sebaiknya nggak belanja dulu di pasar atau swalayan, ya Millens? Demi cegah virus corona. (Idn/MG31/E07)