Warga Enggan Pinjamkan Cangkul untuk Petugas Covid-19, Jenazah Dikubur dengan Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul untuk Petugas Covid-19, Jenazah Dikubur dengan Tangan
Ilustrasi: Petugas mengubur jenazah penderita Covid-19 di Jakarta pada 14 April 2020. (AFP/Bay Ismoyo)

Pemakaman pasien Covid-19 di Jember nggak berjalan lancar lantaran petugas lupa membawa cangkul untuk menutup makam. Sementara, warga yang takut tertular virus enggan meminjami cangkul.

Inibaru.id - Ibarat tiada rotan akar pun jadi, para petugas medis terpaksa menguburkan jenazah Covid-19 dengan tangan lantaran lupa membawa cangkul. Peristiwa ini terjadi di Dusun Karangtemolek, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Minggu (9/8/2020).

Dalam video berdurasai 10 menit yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir, sejumlah petugas medis dengan APD lengkap terlihat menutup liang kubur tanpa cangkul. Sebagai gantinya, mereka menggunakan tangan.

Camat Ambulu Sutarman pun membenarkan kejadian ini. Para petugas medis tersebut akhirnya memang menggunakan tangan karena warga enggan meminjami cangkul.

“Wajar bila warga takut meminjamkan (cangkul) karena wabah virus corona masih terus terjadi sampai sekarang,” tutur Sutarman, Selasa (11/8).

Menurut Sutarman, proses pemakaman merupakan tanggung jawab petugas Gugus Tugas Covid 19. Pihak kecamatan dan desa telah menyiapkan permakaman dan penggalian lubang. Semua itu sudah melalui hasil musyawarah.

Sebagai informasi, kejadian ini bermula saat petugas pemakaman jenazah Covid-19 lupa membawa peralatan untuk menutup makam. Petugas pun berinisiatif meminjam cangkul kepada salah satu warga, tapi warga menolak meminjamkan lantaran takut tertular Corona.

Proses pemakaman oleh petugas medis menggunakan tangan. (Kompas)<br>
Proses pemakaman oleh petugas medis menggunakan tangan. (Kompas)

Nah, karena makam harus segera ditutup, para petugas pun akhirnya menggunakan tangan untuk mengeruk tanah dan menguruk mulut lubang.

Sutarman menyebutkan, peristiwa seperti ini baru kali pertama terjadi di wilayahnya. Sebelumnya, proses pemakaman berjalan normal tanpa kendala apa pun.

Agar nggak terulang, dia berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lebih melakukan koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA). Menurutnya, ini diperlukan agar segala urusan bisa berjalan dengan lancar.

Warga yang enggan meminjamkan cangkul memang nggak bisa disalahkan sih. Di tengah situasi seperti ini, sangat wajar kalau semua orang takut tertular Covid-19. Mungkin video ini bisa jadi pelajaran, jangan sampai lupa membawa cangkul lagi, ya! (MG32/E03)