Wakili Pengusaha Hotel dan Restoran, PHRI Klaim Siap Sambut New Normal

Wakili Pengusaha Hotel dan Restoran, PHRI Klaim Siap Sambut New Normal
Star Hotel. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Setelah merugi sekian lama, kebijakan new normal disambut pengusaha hotel dan restoran dengan tangan terbuka. Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Benk Mintosih.

Inibaru.id - Bagi pengusaha perhotelan, kebijakan new normal ibarat angin segar yang berembus di tengah cuaca nan panas. Setelah merugi sekian lama, sangat wajar jika mereka menyambut kebijakan ini dengan suka cita. Mereka pun mengaku siap menerapkan segala konsekuensi yang menyertainya.  

Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Benk Mintosih, Rabu (3/6/2020). Dia menuturkan, percepatan new normal sudah dinantikan para pengelola hotel.

“Mewakili teman-teman di perhotelan, kami sangat mendukung percepatan ini,” tutur Benk di Semarang.

Dia menambahkan, hingga sekarang belum ada kepastian waktu penerapan kebijakan ini, Namun, pihaknya mengaku terus berusaha mendorong pemerintah agar kebijakan tersebut segera dikeluarkan agar bisnis mereka nggak mati.

Menurutnya, selama pandemi corona melanda, terhitung sejak awal Februari lalu, sudah sekitar 16 hotel di Kota Semarang tutup.

“Kerugian satu hotel rata-rata Rp 1,8 miliar per bulan," kata lelaki yang juga menjabar sebagai General Manager Star Hotel Semarang ini. "Gimana kami harus membayar karyawan dan tagihan?”

Memperketat Protokol Kesehatan

Pengunjung hotel. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Pengunjung hotel. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bagi pengelola hotel, wacana new normal yang bakal diterapkan pemerintah secara bertahap tentu bisa menjadi solusi bagi mereka. Untuk memastikan hotel-hotel terhindar dari virus corona, sejumlah hotel di Semarang pun mulai berbenah. Salah satunya dengan memperketat protokol kesehatan.

“Setiap hari, setelah tamu check out, kamar kami bongkar,” kata Benk, merujuk pada perlindungan dan pelayanan Star Hotel Semarang, hotel yang dikelolanya.

Benk merasa optimistis protokol tersebut bakal efisien. Hal ini merujuk pada salah satu hotel di Semarang yang beberapa waktu lalu sukses melayani paramedis yang kala itu terjangkit Covid-19.

"Kami yakin bisa memberikan pelayanan hotel yang bisa membuat pelanggan mantap menginap," tegasnya.

Hal ini diamini General Manajer PO Hotel Semarang Jacob Lee. Di tempat terpisah, pihaknya mengatakan bakal mempersiapkan protokol apa pun yang ditetapkan pemerintah demi menyambut kebijakan new normal ini.

“Sebelum new normal kami juga sudah menerapkan beberapa protokol kesehatan, kok!” ungkap pengusaha yang juga memegang kendali atas tiga hotel Louise Kienne di Semarang ini.

Dia berharap, masyarakat juga turut patuh dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya, hal tersebut penting agar new normal bisa segera terlaksana dengan baik.

“Teman-teman yang lain juga harus disiplin. Jika new normal nggak diberlakukan, Agustus bisa bangrut semua,” simpul Benk.

Lebih jauh, dia juga berharap, semoga pemerintah memberikan keringanan pembayaran listrik pada sektor perhotelan. Menurutnya, beberapa pengelola hotel mulai mengeluhkan pembayaran listrik yang nggak bisa ditunda dan besarnya tagihan gaji karyawan.

“Butuh, butuh stimulan PLN! Setiap pengusaha butuh bayar listrik dan gaji,” tutupnya.

Gimana dengan kamu, Millens? Sudah siapkah kembali menginap di hotel? Hmm? Hmm? (Zulfa Anisah/E03)