Wakil Bupati Sangihe Helmut Hontong Meninggal, Sempat Bikin Surat Pembatalan Izin Tambang Emas

Wakil Bupati Sangihe Helmut Hontong Meninggal, Sempat Bikin Surat Pembatalan Izin Tambang Emas
Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong meninggal usai sebelumnya mengeluarkan surat penolakan pertambangan emas di wilayahnya. (Detik/Antara/HO -Dok. Pribadi)

Sempat membuat surat yang isinya menolak pertambangan emas di Sangihe, Wakil Bupati Sangihe Helmut Hontong meninggal di pesawat terbang. Banyak orang yang kemudian teringat dengan kematian Munir.

Inibaru.id – Kabar Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong meninggal jadi sorotan warganet di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya fakta bahwa sebelumnya, Helmud sempat bikin surat pembatalan izin tambang emas di wilayahnya. Warganet pun jadi teringat kasus kematian Munir yang juga terjadi di dalam penerbangan.

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana pada Kamis (10/6/2021) membenarkan kalau wakilnya memang membuat surat tersebut. Jabes juga menambahkan kalau Helmud memang semasa hidup menolak aktivitas pertambangan emas di Kepulauan Sangihe.

Nah, dia menolak pemberian izin pertambangan emas di atas lahan seluas 42 ribu hektare kepada PT Tambang Mas Sangihe (TMS)

“Almarhum memang menolak izin tambang, tapi saya belum melihat suratnya,” ujar Jabes.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulawesi Utara Fransiscus Andi Silangen mengucapkan duka mendalam atas kematian Helmud.

“Selamat beristirahat dari jerih lelahmu. Untuk keluarga yang ditinggalkan, Tuhan Yesus memberkati,” ungkap Andi.

Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut Raski Mokodompit menjelaskan kalau Helmud memang sudah nggak lagi aktif di partai. Hanya, dia dikenal sebagai sosok yang ramah semasa hidupnya.

“Pak Helmut masih mengirimkan pesan kepada saya lewat WA saat Idul Fitri lalu. Jumat pekan lalu juga masih,” kenang Raski.

Ilustrasi: Pertambangan emas di Sangihe. (sulut24.com)
Ilustrasi: Pertambangan emas di Sangihe. (sulut24.com)

FYI Millens, Helmud meninggal saat berada di dalam pesawat yang terbang dari Bali ke Manado via Makassar pada Rabu (9/6/2021). Pesawat yang dia tumpangi adalah Lion Air JT-740.

Berdasarkan keterangan dari Corporate Communication Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, pesawat tersebut berangkat pukul 15.08 WITA dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pesawat ini transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 16.08 WITA. Nah, Helmud mulai mengalami masalah kesehatan sekitar pukul 15.40 WITA.

Saat kejadian tersebut, Helmud langsung mendapatkan bantuan dari pimpinan awak kabin dan kru kabin lainnya. Bahkan, kru kabin sampai bertanya kepada penumpang pesawat apakah ada yang berprofesi sebagai dokter atau tenaga medis.

“Di penerbangan JT-740 terdapat tenaga medis (kesehatan) yang membawa tanda identitas resmi,” jelas Danang.

Helmud pun kemudian diberi tabung oksigen portabel atau POB dan mendapatkan prosedur standar lainnya seperti dilonggarkan pakaiannya dan dibersihkan wajahnya. Pilot juga langsung menginformasikan kepada petugas lalu lintar udara serta ground operation control kalau ada penumpang yang membutuhkan penanganan medis serius. Pesawat pun langsung diarahkan ke Bandara Internasional Hasanuddin.

Begitu mendarat pukul 16.17 WITA, tim medis dan petugas Lion Air langsung melakukan penjemputan dan penanganan medis ke Helmud. Sayangnya, tim medis kemudian menginformasikan Helmud sudah meninggal.

Cukup tragis ya, Millens, Helmud Hontong meninggal di udara. Semoga saja surat penolakan yang dia buat masih bisa menyelamatkan Sangihe dari pertambangan emas yang berpotensi merusak alam. (Kom/IB09/E05)