Wacana Tarif Listrik Bakal Naik, Seberapa Banyak?

Wacana Tarif Listrik Bakal Naik, Seberapa Banyak?
Tarif listrik bakal naik. (Inibaru.id/Audrian F)

Tarif listrik bakal naik di kuartal III 2021. Wah, siapa saja yang bakal terdampak dan seberapa banyak ya kenaikannya?

Inibaru.id – Di tengah sulitnya ekonomi karena pandemi Covid-19, pemerintah justru mengeluarkan wacana tarif listrik bakal naik, tepatnya pada kuartal III 2021. Banyak pihak yang menilai hal ini bakal benar-benar terwujud.

Menurut keterangan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, pemerintah nggak pernah menyesuaikan tarif listrik sejak 2017. Padahal, menurutnya, harga bahan bakar minyak (BBM) telah beberapa kali mengalami kenaikan. Ditambah dengan melemahnya kurs Rupiah, seharusnya tarif listrik juga mengalami kenaikan.

“Setidaknya ada 13 golongan yang kalau tidak disesuaikan tarifnya akan mengalami kompensasi. Ada kurang lebih 42 juta pelanggan,” terang Rida saat melakukan rapat dengan Badan Anggaran DPR pada Rabu (7/4/2021).

Jadi, selama ini pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) ada 38 golongan. Nah, yang mendapatkan subsidi oleh pemerintah adalah 25 golongan. Kalau 13 golongan lainnya nggak dapat subsidi. Ketigabelas golongan ini sudah nggak pernah mengalami kenaikan tarif listrik sejak 2017, Millens. Dampaknya, pemerintah pun membayar kompensasi kepada PLN demi menutup kerugian.

Kenaikan tarif listrik bakal berbeda-beda. (Inibaru.id/Audrian F)
Kenaikan tarif listrik bakal berbeda-beda. (Inibaru.id/Audrian F)

Lantas, seberapa besar kenaikan tarif listrik itu. Per golongan ternyata bakal beda.

“Untuk golongan rumah tangga (RT) 900 VA, Rp 18 ribu per bulan per pelanggan,” jelas Rida.

Sementara itu, bagi pelanggan golongan RT dengan daya 1.300 VA, kenaikan tagihan listrik per bulan per pelangganya sebanyak Rp 10.800. Kalau golongan Industri I-IV, kenaikannya diperkirakan jadi yang terbesar.

“Kurang lebih Rp 2,9 miliar per bulan, seperti industry semen, makanan, dan makanan olahan,” tegas Rida.

Meski rencana kenaikan tarif listrik ini sudah jelas, hal ini ternyata masih bisa berubah karena bergantung pada keputusan pemerintah. Bisa jadi, kenaikannya nggak akan sesignifikan yang direncanakan.

“Apakah dinaikkan sekaligus atau beberapa kalangan, dan apakah akan disesuaikan sekaligus atau terbatas. Yang pasti, kami sudah siapkan skenarionya dengan konsekuensi kompensasi atau belanja APBN,” pungkas Rida.

Wah, sepertinya rencana kenaikan tarif listrik ini bakal benar-benar terjadi, nih, Millens. Kalau menurut kamu, bijak nggak sih kalau hal ini dilakukan di masa serba sulit seperti sekarang? (Kon/IB09/E05)