Wabah Aneh di Kazahkstan, Bikin Warga Tidur Berhari-hari!

Wabah Aneh di Kazahkstan, Bikin Warga Tidur Berhari-hari!
Wabah sleepy hollow membuat warga Kazakhstan tidur berhari-hari. (Flickr/ cloud.shepherd)

Di Kazakhstan, muncul wabah Sleepy Hollow yang membuat warganya bisa tidur berhari-hari. Pakar kesehatan bahkan sampai khawatir warga bisa mengalami masalah halusinasi. Kok bisa ya wabah ini muncul?

Inibaru.id – Nggak hanya terkena pandemi Covid-19 yang berbahaya, warga Kazakhstan juga mengalami masalah kesehatan lainnya. Banyak warganya yang terkena masalah kesehatan Sleepy Hollow. Masalah ini sangat aneh karena bisa membuat korban tertidur hingga berhari-hari!

Kamu tahu sendiri kan, Millens kalau orang tidur biasanya hanya semalaman. Normalnya sih 6 sampai 8 jam. Kalau lebih dari 10 jam ini saja pasti kamu bisa merasa pusing. Nah, wabah ini bisa membuat warga Kazahkstan sampai tidur berhari-hari, lo. Bagaimana bisa, ya?

Menurut Kantor Berita Kazakhstan Azkh, wabah ini terjadi di Desa Kalachi, Kazahkstan. Setidaknya 160 orang sudah menjadi korban. Meski terlihat menyenangkan karena membuat korbannya beristirahat sangat lama, tetap saja otoritas kesehatan setempat khawatir hal ini bisa memicu kematian!

Sebenarnya sih ya, wabah ini nggak kali ini saja muncul. Pada 2013 lalu, pemerintah sudah melaporkannya. Hanya, baru kali ini pemerintah menemukan sumber awal dari wabah ini. Memang, hingga sekarang belum ada korban jiwa. Namun, tetap saja sejumlah pakar kesehatan khawatir hal ini bisa memicu halusinasi berlebihan.

Kalau menurut keterangan Wakil Perdana Menteri Kazakhstan Berdybek Saparbayev, di Desa Kalachi serta Desa Karasnogorsky, ada tambang uranium. Tambang ini melepaskan karbon monoksida yang cukup tinggi.

Penyebab sleepy hollow adalah gas yang dikeluarkan tambang uranium. (Flickr/

Gauthier DELECROIX - 郭天)
Penyebab sleepy hollow adalah gas yang dikeluarkan tambang uranium. (Flickr/ Gauthier DELECROIX - 郭天)

“Penyebab penyakit telah ditetapkan. Ini dipicu oleh karbon monoksida. Dulu ada tambang uranium di daerah itu, yang sekarang sudah ditutup. Kadang tambang itu melepaskan karbon monoksida dan hidrokarbon, mungkin juga metana dalam konsentrasi tinggi. Saat itulah wabah sleepy hollow ini terjadi,” jelas Saparbayev.

Akibat dari hal ini, pemerintah pun memutuskan untuk memindahkan warga dari kedua desa tersebut ke lokasi lain yang nggak terkena paparan karbon monoksida, hidrokarbon, hingga metana lagi. Diharapkan, hal ini bisa membantu pemerintah mengatasi masalah wabah yang sangat nggak biasa ini.

Omong-omong ya, Krasnogorsky sejak dulu memang dikenal sebagai kota pertambangan. Populasinya memang nggak banyak, yakni sekitar 6.500 orang saja sehingga dianggap setara dengan desa di Indonesia.

Saat Uni Soviet gencar mengadakan program nuklir di masa 1960-an, kota ini dianggap sebagai penyedia uranium. Meski begitu, kini tambang uranium di sana sudah resmi ditutup.

Semoga saja wabah sleepy hollow aneh ini bisa segera diatasi sehingga nggak sampai menyebar, ya, Millens. (Asumsi/IB09/E05)