Relawan, Bagian Penting di Balik Kesuksesan Asian Games 2018

Relawan, Bagian Penting di Balik Kesuksesan Asian Games 2018
Volunteer Asian Games 2018. (IDN Times)

Asian Games 2018 sukses besar. Apresiasi nggak cuma disematkan kepada para atlet, tapi juga pihak penyelenggara yang didukung para "relawan". Melalui seleksi ketat, para relawan bahu-membahu menyukseskan perhelatan yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang itu. Gimana cerita mereka?

Inibaru.id – Menjadi volunteer di Asian Games bukan pekerjaan yang mudah. Meski ada banyak keuntungan dan keseruan, tangung jawab besar mereka emban. Nggak jarang, mereka juga harus bisa mengatasi berbagai masalah yang ada di lapangan.

Gneissa Aulia, salah seorang relawan yang bertugas mengurusi transportasi di bandara, mengatakan, dia harus terjaga hingga malam jika mendapat shift malam. Baginya, salah satu momen paling menguras tenaga adalah dua hari menjelang opening ceremony Asian Games 2018. Dia menuturkan, kala itu atlet dan tamu datang bersamaan.

“Nggak bisa istirahat sama sekali. Aku sampai pusing lihat semua orang ngumpul dihadapanku. Harus siap dimarahi juga kalau transportasi telat datang,” kenang perempuan yang akrab disapa Asa tersebut kepada Inibaru.id.

Volunteer Asian Games 2018. (Goodnews From Indonesia)

Peristiwa menarik juga dialami Rheiza Dayagra Herlis. Dia mengaku sempat dibuat panik karena harus mencari jasa sablon mendadak mala-malam.

“Waktu itu ada celana buat match atlet yang belum ada nomor punggungnya. Nah, manajernya baru memintaku usai makan malam sekitar pukul 21.00. Beruntung, sekitar stadion ada pemukiman warga dan di sana ada tempat sablon jersey. Sekitar pukul 23.00 akhirnya celana selesai dan langsung kuantar ke hotel,” kenangnya. 

Nggak Kenal Waktu

Ikhsan, volunteer asal Semarang, juga memiliki pengalaman unik berkaitan dengan Asian Games. Jadwal kerjanya yang nggak mengenal shift mengharuskannya bekerja lebih lama dibanding volunteer lain pada perhelatan tersebut.

Ikhsan bertugas sebagai National Olympic Committee (NOC) Assistant yang fungsinya membantu para atlet untuk berkomunikasi dengan panitia dan membantu beberapa kebutuhan mereka.

“Di lapangan aku harus siap provide berbagai kebutuhan teknis atlet, seperti saat check in, memesan transport ke venue latihan atau kompetisi, memesan catering, jadwal pertandingan, technical meeting, pertandingan, dan lain-lain,” jelasnya.

Menjadi seorang "asisten", Ikhsan pun harus mengikuti kebutuhan para atlet.

"Saya pernah bekerja sampai tengah malam, padahal secara teknis jam kerja hanya sampai pukul 17.00," kata dia.

Hal senada juga dialami Damedo Winsantana. Volunteer asal Tangerang yang juga bertugas sebagai NOC assistant ini mengaku cukup kelelahan lantaran sempat bekerja hingga hampir 24 jam sehari karena aktivitas para atlet yang tergolong padat.

“Pernah atlet ada match sekitar pukul 07.00 di Stadion Patriot Candrabaga Bekasi. Aku berangkat pukul 05.00, baru bisa pulang tengah malam," ujarnya.

Volunteer Asian Games 2018. (Metrobali.com)

Namun, di balik semua keletihan itu, para relawan itu mengaku senang karena bisa berpartisipasi di ajang olahraga bergengsi tersebut. Kelelahan dan kesulitan yang dialami nggak jadi perkara besar karena mereka mendapat banyak pengalaman.

“Manfaatnya banyak banget, karena dapat banyak pengalaman baru, nambah koneksi hingga ke luar negeri,” tutur Damedo.

Wah, kita sepatutnya berterima kasih pada para relawan ini, ya, Millens. Tanpa mereka, mungkin perhelatan olahraga yang mengantarkan tim Indonesia menempati posisi empat besar itu nggak bakal sesukses ini. Ya, kami bangga! (Verawati Meidiana/E03)