Volume Kubah Lava Gunung Merapi Semakin Meluas

Volume Kubah Lava Gunung Merapi Semakin Meluas
Kondisi puncak Gunung Merapi. (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)

Meski frekuensi guguran awan panasnya cenderung menurun, volume kubah lava Gunung Merapi justru semakin meluas.

Inibaru.id – Sejak awal April 2019, frekuensi guguran awan panas Gunung Merapi memang cenderung menurun. Namun, volume kubah lava di gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY ini semakin meluas. Pada 21 Maret 2019, volume kubah lava Merapi sudah mencapai 472 ribu meter kubik.

Padahal, menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada awal Februari 2019, volumenya masih 461 ribu meter kubik. Hal ini berarti, telah terjadi penambahan luas volume kubah lava sekitar 11 ribu meter kubik.

Kendati begitu, Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyebut Gunung Merapi masih berstatus waspada. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi tetap diminta untuk waspada mengingat aktivitas gempa dengan frekuensi rendah, gempa vulkanik dangkal, gempa tektonik, dan hembusan masih terjadi.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati radius tiga kilometer dari puncak dan lebih mewaspadai banjir lahar, khususnya jika di kawasan puncak Merapi sedang hujan.

Kembali Keluarkan Guguran Awan Panas

Selain gempa dan banjir lahar, warga sekitar juga diminta untuk tetap waspada dengan guguran awan panas. Minggu (7/4) malam tepatnya pada pukul 18.46 WIB, Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas.  Jarak luncurnya mencapai 1.000 meter dengan arah ke hulu Kali Gendol. Durasi guguran awan panas ini sekitar 107 detik.

“Ya benar, memang terjadi guguran awan panas,” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang, Lasiman.

Selalu patuhi rekomendasi dari BPPTKG dan jangan nekat untuk mendaki atau menerobos radius bahaya Gunung Merapi, ya Millens. Untuk sementara, urungkan niat mendaki Merapi terlebih dahulu sampai kondisi normal stabil kembali. (IB09/E04)