Viral Daging Babi Disulap Jadi Daging Sapi, Berikut Cara Membedakan Keduanya

Viral Daging Babi Disulap Jadi Daging Sapi, Berikut Cara Membedakan Keduanya
Membedakan daging sapi dengan daging babi (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kebutuhan daging sapi di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran melonjak drastis. Momen ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan dengan jalan mengoplos daging babi jadi daging sapi. Biar nggak jadi korban, berikut cara membedakan dua jenis daging tersebut.

Inibaru.id – Kasus oplosan daging babi yang dibuat seolah menyerupai daging sapi terjadi di Bandung. Kejadian tersebut menjadi viral lantaran jumlahnya yang nggak main-main, yakni sekitar 63 ton selama hampir setahun.

Empat orang pelaku pengoplosan telah diamankan oleh pihak kepolisian. Para pelaku mengaku mendapat pasokan dari Surakarta. Daging babi tersebut kemudian diolah menggunakan campuran boraks.

Agar kamu nggak tertipu dengan daging oplosan ini, berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan agar bisa membedakan daging sapi dan daging babi.

Warna Daging

Daging sapi warnanya lebih merah, daging babi lebih pucat. (Foodbusinessnews)
Daging sapi warnanya lebih merah, daging babi lebih pucat. (Foodbusinessnews)

Jika kamu perhatikan dengan saksama, warna daging sapi lebih terlihat merah. Sementara itu, warna daging babi lebih terlihat pucat dan cenderung putih mirip dengan daging ayam. Meski begitu, warna pucat daging babi tersebut kadang bisa dimanipulasi dengan obat warna. Karena alasan inilah sebaiknya kamu merendam daging yang baru dibeli untuk mengetahui warna sebenarnya.

Serat Daging

Mengecek serat daging (Flickr/Eric Beaume)
Mengecek serat daging (Flickr/Eric Beaume)

Daging sapi memiliki serat yang sangat jelas dibandingkan dengan daging babi. Seratnya juga terlihat sangat padat dengan garis-garis tegas yang bisa dilihat dengan mata telanjang ketika diiris. Berbeda dengan daging sapi, daging babi nggak memiliki serat yang sejelas daging sapi. Serat daging babi cenderung samar dan renggang. Cobalah bentangkan daging untuk melihat seratnya.

Penampilan Lemak

Daging sapi lebih kaya lemak kaku, daging babi lebih ke lemak basah. (Pexels)<br>
Daging sapi lebih kaya lemak kaku, daging babi lebih ke lemak basah. (Pexels)

Daging memiliki karakteristik khas berupa adanya lemak. Setiap daging memiliki kandungan lemak yang berbeda-beda. Daging sapi memiliki lemak yang kaku, agak kering, dan tampak berserat. Sedangkan daging babi mempunyai lemak yang basah, elastis, dan susah dilepaskan.

Tekstur Daging

Tekstur daging sapi lebih padat, daging babi lebih elastis. (Pexels)<br>
Tekstur daging sapi lebih padat, daging babi lebih elastis. (Pexels)

Perhatikanlah elemen tekstur ketika akan membeli daging. Daging sapi memiliki tekstur yang padat dan kaku, sedangkan daging babi lebih lembek, elastis, dan mudah direnggangkan. Tekstur daging babi juga lebih kenyal ketika kamu pencet daripada daging sapi.

Aroma Daging

Aroma daging sapi dan daging babi berbeda. (Flickr/Larry Hoffman)
Aroma daging sapi dan daging babi berbeda. (Flickr/Larry Hoffman)

Daging sapi dan daging babi bisa kamu bedakan dengan jelas melalui aromanya. Aroma daging sapi terasa lebih anyir di hidung terasa dibandingkan dengan daging babi. Ketika telah menjadi masakan, aroma ini yang sering sulit dibedakan. Untuk mengetahuinya, cium aroma kaldu. Kaldu daging sapi lebih berminyak daripada daging babi.

Dengan memeriksa daging yang akan dibeli lebih teliti, kamu pun nggak akan mudah tertipu dengan daging babi atau daging oplosan yang nggak berkualitas, Millens. (Kum/MG26/E07)