Utang Indonesia Makin Menumpuk, Bisa Bikin Negara Bangkrut?

Utang Indonesia Makin Menumpuk, Bisa Bikin Negara Bangkrut?
Ekonom menyebut utang Indonesia di akhir pemerintahan Presiden Jokowi nanti sangatlah tinggi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Konon, pada 2024 nanti, utang Indonesia mencapai lebih dari Rp 10 ribu triliun! angka ini sangatlah besar dan mengkhawatirkan. Bisa bikin negara bangkrut nggak ya?

Inibaru.id – Ekonom senior dari Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Didik Rachbini mengungkap fakta mengejutkan soal utang Indonesia. Kalau menurut prediksi organisasinya, besar kemungkinan nanti saat Presiden Joko Widodo habis masa jabatannya pada 2024, bakal meninggalkan utang sekitar Rp 10 ribu triliun! Apakah hal ini bisa membuat negara bangkrut?

Rp 10 ribu triliun juga bisa disebut sebagai Rp 10 kuadriliun. Kayaknya, sebagian besar orang Indonesia nggak pernah melihat langsung uang sebanyak itu, ya Millens. Masalahnya, pada Akhir 2020 lalu, setidaknya utang Indonesia itu sudah di angka Rp 8.870,66 triliun.

Selain Didik, ekonom lain dari Indef Dzulfian Syafrian pun menyarankan pemerintah untuk lebih tanggap dengan utang ini. Angkanya sudah sangat besar dan bisa dikategorikan sebagai lampu kuning. Kalau sampai pemerintah gagal membayarnya, bisa jadi negara bisa bangkrut.

“Kemungkinan terburuk, ya tentunya Indonesia bisa bangkrut karena utang ini,” terang Dzulfian pada Kamis (24/6).

Nah, kalau sampai negara bangkrut, gimana dong? Tentu saja akan masuk dalam daftar hitam dunia. Intinya sih, nggak bakal ada negara-negara lain yang mau jadi kreditur pada negara yang masuk daftar ini.

Ternyata, sudah ada sejumlah negara yang bangkrut karena utang menumpuk. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ternyata, sudah ada sejumlah negara yang bangkrut karena utang menumpuk. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Lantas, ada nggak negara yang pernah atau ada dalam daftar ini? Ada dan nama-namanya akrab di telinga kita. Mereka adalah Yunani, Argentina, Zimbabwe, dan Ekuador. Kalau Venezuela sih, sepertinya masih bermasalah perekonomiannya hingga sekarang ya. Semua negara tersebut kolaps gara-gara utang menumpuk dan nggak bisa dibayar.

Dari total utang yang dimiliki Indonesia sekarang, yang bikin khawatir justru yang berasal dari BUMN. Nilainya memang “hanya” Rp 2.143,37 triliun. Namun, karena terkena pandemi Covid-19, hampir semua BUMN merugi dan bisa mengalami gagal bayar utang. Yang terbaru adalah PT Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan kebanggaan Indonesia ini memilih untuk menunda pembayaran kupon sukuk global.

Kalau sampai BMN gagal bayar utang, negara mau nggak mau menalanginya. Padahal, dana yang sangat besar itu bisa jadi lebih penting untuk hal-hal lainnya.

Meski begitu, pendapat lain justru diungkap oleh Akhmad Akbar Susamto dari Center of Reform on Economics (CORE). Dia menyebut negara nggak akan mudah bangkrut akibat utang. Khusus untuk Indonesia, sebagian besar utangnya jangka panjang sehingga seharusnya negara nggak bakal sampai mengalami gagal bayar utang. Selain itu, utang pemerintah bisa diatasi dengan pengelolaan sumber daya. Dia memberikan contoh penjualan Indosat pada 2002 lalu sebagai salah satu caranya.

Kalau menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo sih, proyeksi rasio utang public Indonesia cenderung rendah kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Thailand, Vietnam, hingga Singapura. Kalau dibandingkan dengan Tiongkok, Korea Selatan, atau bahkan Amerika Serikat dan Jerman, juga lebih rendah. Menurutnya, utang Indonesia masih nggak mengkhawatirkan.

Kalau menurut kamu, utang Indonesia apakah mungkin bisa membuat negara ini bangkrut, Millens? (Cnn/IB09/E05)