Sustainable Design Masjid Santrendelik Semarang Masuk Jogja Vienna Young Architecture Exhibition 2018

Desain arsitektur anak bangsa ternyata mampu bersaing dengan desain arsitek luar negeri. Salah satunya desain Masjid 1000 Pintu Tobat ini.

Sustainable Design Masjid Santrendelik Semarang Masuk Jogja Vienna Young Architecture Exhibition 2018
Salah seorang dari tim Acces Architect berpose bersama rancangan desainnya pada Jogja Vienna Young Architecture Exhibition 2018. (Kurnia Bagus Saputra)

Inibaru.id – Desain Masjid 1000 Pintu Tobat Santrendelik masuk dalam Jogja Vienna Young Architecture Exhibition 2018. Masjid 1000 Pintu Tobat atau disebut juga The Repent-Future Mosque itu dipamerkan pada 17 hingga 20 Januari 2018 di Jogja Gallery. Desain Masjid 1000 Pintu Tobat itu menjadi satu dari 47 tujuh karya yang terpilih dari ratusan karya desain yang diseleksi panitia.

The Repent-Future Mosque merupakan rancangan Acces Architecture. Kelompok desain asal Semarang ini mengusung konsep sustainable design (desain berkelanjutan). Mereka ingin menghubungkan bangunan, manusia, dan lingkungan melalui desain tersebut.

“Kami lebih menekankan konsep sustainable design pada masjid ini yang dapat menyatukan tiga unsur, yakni bangunan, alam, dan manusia,” ujar Kurnia Bagus Saputra, salah satu tim Acces Architect.

Masjid ini rencananya akan dibangun di Jalan Kalialang Lama IX No 44, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Semarang. Lahan yang akan dibangun masjid merupakan bekas lahan jati. Pohon jati yang tersisa bahkan rencananya akan dijadikan sebagai bagian dari bangunan.

Baca juga:
Target Garuda Indonesia dalam Singapore Airshow 2018
Ekspor Napoleon Lewat Jalur Laut Dibuka Hingga Maret

Pepohonan jati itu dibiarkan tetap hidup dan tumbuh melampaui langit-langit bangunan. Selain terlihat alami, desain ini juga dipastikan bakal bikin suasana masjid lebih asri, rindang, dan sejuk.

Pendidikan dan Pengajian

Saat ini, kawasan bakal Masjid 1000 Pintu Tobat telah digunakan sebagai sarana pendidikan dan pengajian yang berada di bawah naungan Yayasan Santrendelik.

Seminggu sekali, Santrendelik biasa menggelar pengajian bertajuk Nongkrong Tobat. Pengajian yang digelar di Pendopo Santrendelik tiap Kamis sore itu cukup menyedot perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya kalangan anak muda.

Baca juga:
Nikmatnya Makan Pecel Lele di Tengah Banjir Jakarta
Tanpa Kembang Api, Tahun Baru Imlek Solo Tetap Meriah

Selain pengajian, lokasi masjid Santrendelik juga dipakai untuk pendidikan nonformal Taman Lentera Santrendelik. Digelar di ruang terbuka setiap Sabtu sore, tempat bermain sekaligus belajar ini diperuntukkan bagi anak-anak dari masyarakat setempat. Mereka diajari menulis, dolanan anak, dan berkesenian. Hm, keren!

Kegiatan-kegiatan yang sudah ada di Santrendelik itu tentu bakal kian ciamik dengan ditunjang masjid yang dibuat "menyatu" dengan alam tersebut. Jadi, nggak heran dong desain ini dapat lolos di pameran bertaraf internasional seperti Jogja Vienna Young Architecture Exhibition 2018? Selamat ya! (IF/GIL)