Usai Sinterklas Datang, 18 Orang di Panti Jompo Meninggal

Usai Sinterklas Datang, 18 Orang di Panti Jompo Meninggal
Ilustrasi - Sinterklas di Belgia membawa petaka. (Flickr/travelbakercounty)

Pesta Natal yang dihadiri Sinterklas di Belgia berujung bencana. Setidaknya, 18 penghuni panti jompo meninggal karena Covid-19, sementara 150 lainnya dipastikan terinfeksi. Seperti apa ya kronologi kasus ini?

Inibaru.id - Pesta Natal memang kurang lengkap tanpa kehadiran Sinterklas. Hanya, keberadaan sinterklas di pesta Natal di Belgia ini justru berujung pada malapetaka. Bagaimana nggak, hal ini memicu penularan Covid-19 yang menewaskan 18 penghuni panti jompo. Bahkan, 150 orang lainnya dipastikan positif virus corona.

Kejadian itu terjadi di panti jompo Hemelricjk, Mol, Belgia. Dari semua korban meninggal, lima orang di antaranya meninggal pada malam Natal dan Hari Natal. Angka kasus positif di antara penghuni dan staf panti jompo juga terus bertambah.

Sampai saat ini, 121 penghuni dan 36 staf panti jompo telah dinyatakan positif Covid-19. Aparat kesehatan pun langsung mencurigai orang yang datang dengan pakaian Sinterklas di acara ini sebagai penyebar virus tersebut. Hanya, sang Sinterklas sebenarnya bukan orang yang asing bagi panti jompo karena merupakan seorang terapis yang biasa datang ke tempat tersebut.

Foto panti jompo yang menelan banyak korban setelah didatangi sinterklas. (VTR)<br>
Foto panti jompo yang menelan banyak korban setelah didatangi sinterklas. (VTR)

Wali Kota Mol Wim Caeyers mengatakan kalau saat ini dokter dan tenaga medis lainnya telah dikerahkan ke kota berpenduduk 35.000 jiwa itu untuk mencegah penyebaran wabah. Apalagi pada beberapa kesempatan terekam sang Sinterklas terlihat tidak mengenakan masker di acara pesta Natal.

"Ini hari yang sangat kelam bagi panti jompo. Awalnya mereka mengatakan aturan dipatuhi. Tapi Anda mendapati foto dari keluarga penghuni yang menunjukkan pada kenyataannya tidak demikian,” sesal Caeyers.

Marc Van Ranst, ahli virus dari Universitas KU Leuven Belgia berkata kalau kondisi panti jompo ikut mendukung penyebaran virus dengan cepat. Marc menilai ventilasi yang buruk ikut menyebabkan korban berjatuhan. Dia pun menuding pesta Natal dan kunjungan Sinterklas ini sebagai ide yang sangat bodoh.

Gelombang kedua virus corona memang sedang melanda Belgia sejak Oktober 2020. Sistem kesehatan di negara tersebut sampai tertutup sehingga pemerintah memutuskan untuk menerapkan lockdown parsial seperti dengan menutup toko, bar, dan restoran.

Belgia sejauh ini telah melaporkan 637.246 kasus Covid-19. Sebanyak 19.089 di antaranya meninggal dunia. Angka ini termasuk yang cukup tinggi di Eropa. (Ine/IB28/E07)