Usai Mbah Pani Akhiri Tapa Pendem, Fenomena Aneh Ini Muncul

Mbah Pani asal Juwana, Pati melakukan ritual Tapa Pendem yang membuatnya dikubur hidup-hidup selama lima hari di dalam rumahnya. Setelah keluar dari pertapaannya, kubur bekas pertapaannya keluar air.

Usai Mbah Pani Akhiri <em>Tapa Pendem</em>, Fenomena Aneh Ini Muncul
Mbah Pani saat keluar dari kubur usai Tapa Pendem. (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal )

Inibaru.id – Lelaki asal Juwana, Pati bernama Supani alias Mbah Pani menghebohkan warganet. Dia bertekad melakukan Tapa Pendem atau mengubur dirinya sendiri dalam kondisi hidup-hidup di dalam rumahnya. Dia melakukan ritus ini sejak Senin (16/9/2019) dan mengakhirinya pada Jumat (20/9).

Lansia berumur 63 tahun itu dikubur layaknya jenazah. Kuburannya pun berbentuk laiknya makam lain. Namun, bedanya adalah ada empat lubang yang bisa digunakan untuk bernapas. Lubang itu diberi peralon untuk menyalurkan udara di dalam kubur.

Aneh, setelah Mbah Pani mengakhiri ritus yang konon warisan Sunan Kalijaga itu, liang kubur tempatnya bertapa terus mengeluarkan air. Setiap sepuluh menit sekali, pihak keluarga bahkan mesti menguras air di liang itu memakai pompa.

Salah seorang keluarga Mbah Pani Joko Wiyono, menyebut awalnya air tersebut memiliki rasa asin laiaknya air laut. Namun setelah dipakai bertapa Mbah Pani, air yang keluar berubah menjadi tawar.

“Awalnya asin, karena memang di sini kan dekat dengan laut. Namun setelah dijadikan tempat Tapa Pendem oleh Mbah Pani, airnya berubah menjadi tawar,” ucap adik ipar Mbah Pani itu seperti diberitakan laman Tribunnews, Jumat (20/9).

Joko juga mengaku sempat mencicipi air yang berasal dari liang kubur tempat bertapa Mbah Pani. Karena alasan inilah, dia bisa memastikan rasanya tawar seperti sumber mata air pada umumnya.

“Rasanya persis seperti sumber air asli. Tapi ya jelas beda dengan air matang, airnya seperti yang di mata air begitu, segar. Sudah saya minum berkali-kali,” lanjut Joko.

Air yang terus keluar dari liang kubur tersebut kemudian ditampung di dalam jeriken berukuran besar. Hingga saat ini, sudah ada dua jeriken besar yang terisi air.

Joko menyebut akan mengizinkan siapa saja yang meminta air itu, asalkan air tersebut belum habis.

Belum jelas apa tujuan utama Mbah Pani melakukan ritual yang nggak biasa ini. Dia hanya menyebut tindakannya demi keselamatan dan kekuatan dirinya sendiri atau anggota keluarganya. Ritual ini sudah sepuluh kali dilakukan Mbah Pani.

Sebelum Mbah Pani, ada juga yang melakukan ritual serupa yakni Mbah Fanani. Warga Juwana Pati agaknya sudah terbiasa dengan ritus semacam ini, Millens. (IB09/E04)