Usai Kota Lama Dibenahi, ke Mana Perginya Pedagang Barang Antik Samping Gereja Blenduk?

Usai Kota Lama Dibenahi, ke Mana Perginya Pedagang Barang Antik Samping Gereja Blenduk?
Lapak pedagang barang antik Kota Lama Semarang di Galeri Industri Kreatif Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Setelah direstorasi, jalan di sekitar Gereja Blenduk dan Taman Srigunting tampak bersih, termasuk dari pedagang. Lantas, ke manakah para pedagang barang antik yang selama ini di sekitar wilayah tersebut?

Inibaru.id – Wajah Kota Lama Semarang tampak lebih segar dan cantik usai dilakukan restorasi. Meski belum sepenuhnya selesai, hasil proses restorasi ini sudah bisa dilihat terutama di sekitar Gereja Blenduk dan Taman Srigunting.

Ada beberapa perubahan yang didapati di sekitar wilayah tersebut. Perubahan yang paling kentara yakni hilangnya lapak-lapak pedagang barang antik di sebelah Taman Srigunting. Lantas di mana keberadaan mereka sekarang?

Para pedagang barang antik itu rupanya dipindahkan di Galeri Industri Kreatif (GIK) Semarang yang letaknya nggak jauh dari titik semula. Bangunan tersebut berada tepat di belakang Gereja Blenduk.

Lapak-lapak barang antik itu bisa kamu temukan di ruangan pertama saat memasuki galeri. Dalam bangunan yang baru diresmikan pada 27 Mei lalu ini, setidaknya ada 36 pedagang barang antik yang menjajakan dagangan mereka.

Pengunjung melihat-lihat barang antik yang ada di Galeri Industri Kreatif Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Berbagai macam barang antik dapat kamu temukan di sini. Mulai dari radio lawas, lukisan, pernak-pernik, buku, hingga onderdil kuno ditata rapi di lapak-lapak yang berukuran sekitar 1,5 meter per gerai itu.

Gerai-gerai itu juga lebih tertata. Kukuh Setiyo, salah seorang pedagang barang antik mengatakan dirinya merasa nyaman di tempat baru.

“Prospek sih lebih baik di sini karena kami nggak mikir kehujanan dan banyak lagi. Keamanannya juga terjamin, ada cctv dan satpam,” kata lelaki yang lebih tenar dengan julukan Pak Kumis itu.

Kendati begitu, mereka mesti beradaptasi dengan jam buka gerai. Bila di tempat sebelumnya mereka bisa membuka gerainya hingga tengah malam, di GIK mereka hanya diperkenankan buka dari pukul 09.00-21.00 WIB.

Kondisi lapak pedagang barang antik di Galeri Industri Kreatif Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Selain itu, Kukuh juga mengatakan belum banyak orang yang mengetahui letak perpindahan pedagang barang antik. Hal ini berpengaruh pada penghasilan yang mereka dapat.

“Nek laris belum. Ada paling dua atau tiga (pembeli). Kalau di sini kan belum (tahu) mereka,” imbuhnya.

Sobat Millens yang pengin berburu barang antik di Kota Lama Semarang jangan bingung lagi ya. Kamu bisa menemukan para pedagang itu di GIK Semarang. Jadi, kapan mau berburu barang antik? (Ida Fitriyah/E05)