Usai Debat Pamungkas, Agus: Dalam Pikiran Saya Hanya Kemenangan

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan keyakinan dirinya akan memenangi pilkada. Usai debat pamungkas, dia enggan memikirkan kemungkinan kalah.

Usai Debat Pamungkas, Agus: Dalam Pikiran Saya Hanya Kemenangan
737
View
Komentar
Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan keyakinan dirinya akan memenangi pilkada. Usai debat pamungkas, dia enggan memikirkan kemungkinan kalah.

"Saya menolak membahas kalah, karena dalam pikiran saya hanya membahas kemenangan," ujar Agus dalam jumpa pers usai debat ketiga di Hotel Bidakara, Jl. Jend. Gatot Subroto, Pancoran, Jaksel, Jumat (10/2/2017)

Agus yang berpasangan dengan cawagub Sylviana Murni sudah menyiapkan sederet program termasuk soal perlindungan perempuan dan anak, antipenyalahgunaan narkoba dan kebijakan terkait disabilitas yang menjadi bahasan dalam debat pamungkas.

"Tentu saya memahami situasi Jakarta saat ini. Pekerjaan pertama adalah melakukan rekonsiliasi karena seperti kita ketahui saat ini warga tersekat-sekat, terfragmentasi," sebutnya.

Dia berharap perbedaan dalam pilihan cagub-cawagub bisa diakhiri usai perhelatan pilkada. Pekerjaan ini yang juga akan diprioritaskan Agus bila memenangi perolehan suara.

"Kembali kepada komitmen saya, kita ini Merah Putih. Janganlah gara-gara empat bulan kampanye kemudian kita tersekat-sekat dan menimbulkan konflik tidak perlu. Saya berkomitmen untuk merangkul semua dan berdialog dengan semua entitas," ujar Agus.

Kembali ke soal topik debat, Agus menjanjikan perlindungan dan pelayanan terhadap penyandang disabilitas. Pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas menjadi prioritas salah satunya dengan membangun sekolah inklusi yang jumlahnya ditargetkan 800 sekolah.

"Selain sekolah kita juga tahu mereka tidak mendapat akses transportasi yang baik. Kita akan lakukan secara bertahap. Jakarta harus menjadi tempat yang aman bagi disabilitas," terangnya.

Sementara itu Sylviana Murni berharap debat pamungkas bisa menjadi preferensi untuk pemungutan suara pada 15 Februari pekan depan.

"Tentu kami gunakan debat tadi untuk mengajak pemilih, undecided, swing voters. Semoga isu yang kami angkat bisa meyakinkan mereka. Kami mengajak juga pemilih pemula untuk memilih pemimpinnya," kata Sylviana.







(fdn/imk)