Upaya Pos Indonesia Menjaga Keselamatan di Tengah Pandemi Covid-19

Upaya Pos Indonesia Menjaga Keselamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Beberapa pekerja Kantor Pos cabang Tembalang menggunakan masker sebagai perlindungan diri. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)

Di tengah pandemi Covid-19 ini, PT. Pos Indonesia tetap beroperasi. Lantas, bagaimana cara mereka mencegah penularan dan menjaga keselamatan pegawai sekaligus pelanggan? 

Inibaru.id – Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, siapapun akan merasakan dampak yang besar. Baik itu pengelola bisnis besar, bisnis kecil, hingga pekerja lepas, banyak yang harus tetap bekerja karena jasanya tetap dibutuhkan dalam keadaan segenting ini. Salah satu yang tetap beroperasi adalah PT Pos Indonesia.

Pada Sabtu (4/4/2020), saya berbincang dengan Ina Setiawati, kepala Kantor Pos Indonesia cabang Tembalang, Kota Semarang. Berdasarkan informasinya, PT Pos Indonesia memilih untuk tetap buka demi mendistribusikan barang-barang kebutuhan layaknya dokumen penting, uang pensiun, hingga buku untuk mengisi waktu #DiRumahAja.

Meski tetap buka, bukan berarti PT Pos Indonesia nggak memperhatikan keselamatan pegawai ataupun pelanggan. Mereka juga melakukan upaya pencegahan penularan virus corona. Salah satu caranya adalah dengan menempatkan hand sanitizer yang bisa dipakai siapa saja.

“Kami menaruh hand sanitizer agar bisa digunakan oleh karyawan dan pelanggan,” ucap Ina.

Hand sanitizer selalu disediakan bagi siapapun yang datang ke Kantor Pos Indonesia. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)
Hand sanitizer selalu disediakan bagi siapapun yang datang ke Kantor Pos Indonesia. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)

Selain hand sanitizer, PT. Pos Indonesia juga mewajibkan para pegawainya untuk menggunakan masker dan sarung tangan setiap saat. Bahkan mereka secara bergantian berjemur selama 10 menit setiap jam 10 pagi, Millens

Selain itu, PT. Pos Indonesia juga mempersingkat jam operasional di setiap cabangnya. Jika biasanya jam operasional Kantor Pos Indonesia adalah pukul 09.00 – 21.00, kini hanya pukul 09.00-18.00. Pengurangan jam operasional ini sayangnya juga mempengaruhi pendapatan dan jumlah barang yang bisa dikirimkan.

Lantas, bagaimana jika PT Pos Indonesia didatangi banyak orang seperti di hari pembayaran uang pensiun setiap 1 April? Di hari itu, banyak lansia yang datang. Padahal, lansia adalah yang paling rentan terinfeksi Covid-19. PT Pos Indonesia pun menerapkan social distancing dengan melakban bagian tengah kursi panjang sehingga nggak ada orang yang duduk. Hal ini membuat ada jarak di antara orang-orang yang duduk tidak berdekatan.

“Kami ini kan garda depan perusahaan. Kami frontliner yang selalu bertemu dengan pelanggan,” tambah Ina.

Meskipun sudah berupaya sedemikian rupa, masih saja ada pelanggan yang bandel. Ina mengatakan bahwa ada pelanggan yang tidak mau menggunakan hand sanitizer ketika datang ke kantor mereka.

“Kalau ada yang seperti itu, saya inisiatif semprotkan sendiri ke tangan mereka,” ucap Ina diikuti tawa dari saya.

Keselamatan memang harus diutamakan, Millens. Apa yang dilakukan PT Pos Indonesia dalam mencegah penularan virus corona meski tetap membuka layanannya pun patut untuk kita apresiasi . (Gregorius Manurung/E07)