Senarai Upacara Unik di Hari Kemerdekaan Indonesia

Senarai Upacara Unik di Hari Kemerdekaan Indonesia
Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ikut merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 73 pada 17 Agustus 2018. (Banjarmasinpost.co/Irfani Rahman)

Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia laiknya dilakukan di lapangan terbuka. Namun, orang-orang ini seakan nggak kehabisan akal kreatifnya sehingga melaksanakan upacara dengan cara yang nggak terduga.

Inibaru.id – Setiap Hari Kemerdekaan tiba, semua lapisan masyarakat pasti melakukan upacara. Mulai dari pelajar di sekolah hingga para petinggi di Istana Negara selalu melakukan ritual ini. Sudah sewajarnya, upacara dilakukan di lapangan terbuka di setiap instansi.

Namun, orang-orang ini seakan nggak kehabisan akal kreatif. Mereka melakukan upacara bendera dengan cara khusus. Berikut rangkuman upacara 17 Agustus yang unik.

Upacara Bendera di Gunung

Parapendakigunungdiengmempersiapkanupacarabendera

Masyarakat di dataran tinggi Dieng dan para pendaki Gunung Prau dikabarkan bakal mengadakan upacara bendera di puncak Gunung Prau pada Jumat (17/8/2018). Setelah melakukan upacara, mereka akan menerbangkan 1000 layang-layang dari atas Gunung Prau seperti dilansir dari Liputan6.com, Kamis (16/8).

Upacara Bendera di Sungai

UpacaraBenderadiPasarTerapungLokBaintantahun2018

Pada 2014 silam, warga Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas mengadakan upacara bendera di Sungai Pelus. Saat itu, peserta upacara memperingati Hari Kemerdekaan ke-69 ini berbaris di sepanjang sungai. Beberapa peserta juga ada yang sampai masuk ke dalam sungai seperti ditulis Tribunnews.com (17/8/2014).

Tahun ini, hal serupa juga dilakukan para warga di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Upacara itu diikuti petugas dari Direktorat Polair Polda Kalimantan Selatan, para pedagang pasar, dan para pengunjung seperti yang ditulis Tribunnews.com, Jumat (17/8/2018). Upacara bendera di atas sungai ini difasilitasi dengan kapal-kapal kecil milik para pedagang ditambah satu kapal besar yang diisi petugas dan warga yang bertugas sebagai pengibar bendera.

Upacara di Pantai atau Laut

elayan dan relawan menggelar upacara di Pulau Tabuhan  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Unik, Upacara Bendera di Pulau Tabuhan Banyuwangipada2016

Upacara bendera unik juga dilaksanakan di Pantai Pulau Tabuhan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada peringatan HUT RI ke-71 pada 2016 lalu. Peserta upacara adalah para relawan yang berasal dari beberapa kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, Madura, Blitar, Sidoarjo. Ada juga relawan yang berasal dari luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan seperti ditulis Kompas.com (17/8/2016).

Kalau warga Banyuwangi menggelar upacara di Pantai Pulau Tabuhan, warga Kecamatan Kampung Laut, Cilacap mengadakan upacara di atas laut. Mereka memperingati HUT ke-73 RI di atas air Laguna Segara Anakan. Liputan6.com, Kamis (16/8/2018), menulis upacara itu rencananya dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri atas nelayan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, TNI, Polri dan pelajar SD, SMP dan SMA seperti yang diungkapkan Camat Kampung Laut Nurindra Wahyu.

Upacara di Goa

Hasil gambar untuk upacara 17 agustus di goa lawa

Suasana upacara di Goa Lawa, Purbalingga. (Krjogja.com/Toto Rusmanto)

Pengelola daya tarik wisata Goa Lawa, Purbalingga (Golaga) memperingati HUT ke-73 RI dengan menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di dalam goa seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (16/8/2018).

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga Ir Prayitno mengatakan upacara akan dilaksanakan di salah satu ruang di dalam goa yang disebut dengan Balai Pertemuan Agung.

Ruangan dalam goa itu semula berupa lumpur. Namun, kini ruangan tersebut sudah dibersihkan dan ditata dengan nuansa lampu yang apik. Ruangan itu diperkirakan mampu menampung 500 orang.

Upacara Menggunakan Sarung

UpacaraBenderadiPondokPesantrenSidogiripadatahun2016

Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur pada 17 Agustus 2016 silam mengadakan uoacara bendera di pelatan pondok pesantren. Nggak seperti peserta upacara biasa yang memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) atau seragam rapi, peserta upacara itu justru memakai kopiah, baju koko berwarna putih, dan sarung berwarna hijau. Untuk membedakan peserta dan petugas, para peserta memakai kopiah putih sedangkan petugas memakai kopiah hitam seperti ditulis Wajibbaca.com pada Kamis (16/8).

Wah, upacara bisa dikemas apik dan antimainstream seperti itu ya, Millens. (MG12/E04)