Uniknya Kotoran Cecak, Dari Warna Hitam Putih Hingga Mitos Bawa Sial

Uniknya Kotoran Cecak, Dari Warna Hitam Putih Hingga Mitos Bawa Sial
Kotoran cecak sering kita lihat di dalam rumah. Warnanya kok bisa unik ya, hitam dan putih? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kamu pasti pernah terpikir soal warna kotoran cecak yang hitam dan putih dan selalu konsisten seperti itu. Hm, kok bisa ya, warna kotorannya benar-benar kontras begitu?

Inibaru.id – Cecak termasuk dalam hewan yang paling sering ditemui di rumah kita. Hewan yang masih satu keluarga dengan kadal ini biasanya berjalan-jalan di dinding atau langit-langit. Nah, kalau kamu cermati, kotoran cecak ini sangat unik karena warnanya hitam dan putih. Hm, jadi penasaran ya kok warnanya begitu.

Kotoran cecak memang tergolong unik. Kita sering melihatnya karena cecak, sebagaimana hewan pada umumnya, buang air sembarangan. Kita pun bisa melihat kotoran cecak ini di mana-mana, baik itu di lantai, meja, kursi, kasur, dan lain-lain.

Satu hal yang pasti, kotorannya relatif kering sehingga mudah untuk dibersihkan. Warnanya juga sangat khas karena kombinasi dua warna yang sangat kontras.

Pakar hewani Jonathan Hall sempat memberikan pendapat terkait dengan hal ini. Dia menyebut dua warna khas dari kotoran cecak ini disebabkan oleh kombinasi dari kotoran yang berbeda. Jadi, bagian hitamnya adalah kotoran feses. Sementara itu, warna putih adalah urin namun sudah terkonsentrasi.

Dia mengungkap hal ini usah meneliti kotoran cecak dan memperbesarnya untuk mengetahui tekstur dan bagiannya secara lebih detail. Hasilnya, bagian putih memang bisa dipastikan sebagai urine alias kencing cecak.

Kok bentuknya  nggak cairan seperti kencing manusia? Hal ini disebabkan oleh kemampuan reptil sepertinya yang pandai menghemat air. Alhasil, urine yang dia keluarkan pun berupa urine berkapur yang terkonsentrasi berwarna putih.

Sebenarnya, warna kotoran cecak yang hitam itu cokelat gelap. Sementara itu, warna putih yang berkapur itu adalah kotoran yang diproduksi oleh ginjal. Nah, yang menarik, ada bagian lain yang jernih, namun biasanya kemudian sudah mengering terpapar udara luar.

Kejatuhan cecak atau kotoran cecak sering dianggap bisa membawa sial. (Flickr/kahunapule)
Kejatuhan cecak atau kotoran cecak sering dianggap bisa membawa sial. (Flickr/kahunapule)

Situs Pet Place sebenarnya menyamakan kondisi kotoran cecak dengan kotoran burung yang biasanya juga berwarna hitam dan putih. Tapi, kotoran burung lebih encer karena memang secara fisik nggak sebaik reptil dalam menghemat air.

Sering Dianggap Membawa Sial

Meski banyak bermanfaat karena berburu nyamuk dan serangga lainnya di rumah, banyak orang yang menganggap cecak sebagai hewan yang membawa sial.

Nggak hanya jika kejatuhan cecak itu sendiri, kejatuhan kotorannya juga dianggap bisa memberikan dampak seperti hilangnya rezeki atau ramalan bakal ada yang meninggal. Padahal, hal ini sebenarnya nggak tepat, lo.

Ada juga yang menyebut ajaran Islam menganjurkan kita membunuh cecak dalam sekali hantaman. Namun, kalau menurut Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis, anjuran ini hanya berlaku pada cecak atau reptil yang beracun atau berpotensi menyebabkan penyakit.

“Selama cecak di rumah tidak mengganggu ya kita biarkan saja,” saran Cholil, Februari 2021.

Hm, kalau menurutmu, cecak memang bisa membawa sial, nggak, sih? (Nat/IB09/E05)