Ukur Air Bumi, SpaceX Luncurkan Satelit Kembar

SpaceX meluncurkan sepasang satelit untuk mengukur perubahan kenaikan air, pencairan es, dan kekeringan di Bumi pada Selasa (22/5/2018). Seperti apa cara kerja dua satelit ini?

Ukur Air Bumi, SpaceX Luncurkan Satelit Kembar
SpaceX luncurkan sepasang satelit untuk mendeteksi peta air. (Nationclip.com)

Inibaru.id – Dua satelit seukuran mobil sport diluncurkan SpaceX pada Selasa (22/5/2018) di Pangkalan Udara Vandenberg, California. Satelit kembar hasil kerja sama SpaceX dengan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Pusat Riset Jerman untuk Geosains (GFZ) itu diluncurkan pada pukul 12.47 waktu pasifik. Satelit kembar ini diluncurkan untuk mengukur perubahan kenaikan permukaan air laut, pencairan es, dan kekeringan di Bumi.

Gracefo.jpl.nasa.gov, Selasa (22/5) menulis untuk menempatkan ke orbit, satelit kembar dari Gravity Recovery and Climate Experiment Follow-On (GRACE-FO) itu diangkut pesawat luar angkasa untuk ditempatkan di orbit 490 km di atas Bumi, 10 menit usai diluncurkan. Dua satelit kembar senilai 521 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,34 triliun itu bakal mengelilingi bumi setiap 90 menit sekali.

Satelit kembar itu merupakan kelanjutan dari GRACE yang diluncurkan 2002 silam. GRACE berfungsi untuk melacak berapa banyak es yang mencair setiap tahun di Greenland dan Antartika hingga 2017. Nah, satelit kembar inilah yang menggantikan GRACE.

Mengenai cara kerjanya, kedua satelit itu bakal megambil data mengenai air laut saat es mencair serta volume akuifer saat hujan turun sangat deras di wilayah tertentu. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan data massa air pada bulan atau tahun sebelumnya di daerah yang sama.

Setelah mendapatkan data tersebut, satelit dapat melaporkan wilayah mana yang memiliki kandungan air yang besar dan wilayah mana yang memiliki kandungan air sedikit. Laporan itu dibuat dalam bentuk peta air dan dilaporkan setiap 30 hari sekali. Dengan data tersebut, peneliti dapat mengetahui pergerakan massa yang ada di sekitar Bumi hingga lima tahun mendatang.

Semoga data hasil pengukuran satelit itu bisa bermanfaat baik untuk ilmu pengetahuanmaupun pemerintahan ya, Millens. (IB15/E04)