Mau Dapat Uang Tambahan? Ya Kerja Sampingan Saja!

Memiliki pekerjaan tetap nggak menjamin hidupmu berkecukupan, lo. Nah, itulah yang membuat orang-orang ini melakoni pekerjaan sampingan selain pekerjaan utamanya.

Mau Dapat Uang Tambahan? Ya Kerja Sampingan Saja!
Punya pekerjaan sampingan (Qerja.com)

Inibaru.id – Bekerja merupakan salah satu cara untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun, terkadang, upah atau gaji dari pekerjaan nggak bisa memenuhi kebutuhanmu. Hal inilah yang membuat sejumlah orang memiliki pekerjaan sampingan. Selain itu, mereka juga bisa mendapat uang tambahan dari hasil kerja sampingan itu.

Nah, itulah yang membuat salah satu karyawan swasta di sebuah jasa kenotariatan ini memutuskan untuk mencari pekerjaan sampingan. Putra namanya. Dia memutuskan untuk bekerja sampingan sebagai supir ojek online, Millens. Dari pekerjaan sampingannya itu, Putra juga mengaku bisa menambah pengetahuan baru.

“Jadi supir ojek online (ojol) itu nggak cuma dapat uang tambahan, tapi saya juga jadi belajar caranya berinteraksi sama orang yang nggak dikenal dan memperlakukan mereka dengan sopan. Jadi, ya saya bisa belajar ngomong dari sana,” jelas Putra.

Selain itu, Putra mengaku bisa menghemat uang ongkos bekerja karena dia bisa berangkat kerja sembari ngojek. Begitu pula saat pulang kantor.

Dengan ngojek, Putra juga memiliki kegiatan di hari libur atau akhir pekan. “Lumayan untuk bayar listrik dan beliin orang tua martabak,” katanya disusul tawa.

Mengenai keputusan ini, orang tua Putra awalnya sempat melarang. Hal ini karena stigma masyarakat yang menganggap rendah pekerjaan ojol. Namun, laki-laki lulusan Universitas Padjajaran itu mampu membuktikan kepada orang tuanya kalau pekerjaan itu bukanlah hal buruk. Kedua orang tuanya pun akhirnya merestui pekerjaan sampingannya itu.

Beda Putra, beda Bintari. Perempuan berumur 24 tahun ini memiliki pekerjaan sampingan berupa bisnis daring. Bisnis itu dijalankannya di sela-sela kesibukannya sebagai asisten eksekutif di sebuah jasa konsultan swasta yang sudah digelutinya selama satu tahun itu.

Bintari sudah menekuni bisnis daringnya sejak belum bekerja di perusahaan jasa konsultan. Pemilik nama lengkap Bintari Pangesti ini mengawali bisnis daring menjual bunga berbahan kertas untuk hadiah wisuda atau keperluan acara lain sejak pertengahan tahun 2016 saat masih berkuliah.

Dengan pekerjaan sampingan itu, Bintari memanfaatkan waktu luang dan hari libur untuk mengerjakan pesanan bunga kertasnya itu. Nggak jarang, Bintari harus mengurus pesanan bunga di tengah-tengah jam kerja kantor. Kendati lelah, Bintari mengaku senang menjalani pekerjaannya.

“Kalau buat sekarang dan seterusnya, saya masih nyaman menjalani kedua pekerjaan itu. Cuma kalau disuruh milih mau yang mana, sebenarnya saya pingin punya usaha sendiri saja,” jelas Bintari.

Karena ketekunan dan kegigihannya itu, kini Bintari sudah bisa memetik hasil yang manis. Dari bisnis kreasi bunga kertas yang dipasarkan melalui akun Instagram @paperflower_bdo itu, Bintari mengantongi pendapatan yang lebih besar ketimbang gajinya di jasa konsultan, lo. Wah!

Selain Bintari, ada Wafiah Fatmawati yang juga menggeluti bisnis daring. Wafi, sapaan akrabnya memang bekerja di sebuah perusahaan bisnis daring. Di sana, dia bekerja sebagai admin marketing. Nah, karena pengin punya uang tambahan dan bisa mandiri, Wafi akhirnya memutuskan untuk merintis bisnis daring serupa. Wafi berharap dia bisa mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan lewat bisnis daring yang dilakoninya.

Sama seperti Bintari, Wafi juga rela nggak punya waktu luang demi membangun bisnis yang dirintisannya itu. Menurut Wafi, bisnis yang baru dijalankannya selama enam bulan itu punya prospek yang baik di kemudian hari jika terus dijalankan dengan baik. Kendati begitu, Wafi mengungkapkan bila dirinya tetap memprioritaskan pekerjaan utamanya sebagai admin marketing.

Wah, salut deh untuk perjuangan mereka dalam mencari nafkah. Mereka rela menghabiskan "me time" untuk bekerja. Eits, tapi harus jaga kesehatan juga lo, Millens. Jangan sampai pengin menambah pendapatan malah mengeluarkan uang banyak untuk berobat. (Verawati Meidiana/E04)