Tuvalu, Negara Kaya Raya yang Terancam Tenggelam

Tuvalu, Negara Kaya Raya yang Terancam Tenggelam
Tuvalu, negara kaya raya yang terancam tenggelam karena pemanasan global. (Flickr/ Michael Coghlan)

Sebuah negara kecil kepulauan di Pasifik, negara kaya raya bernama Tuvalu terancam tenggelam karena pemanasan global. Kini, di sana bahkan sudah nggak lagi bisa ditemui air tanah yang bisa dikonsumsi. Bagaimana nasib warganya?

Inibaru.id – Pemanasan global sudah sangat parah. Dampaknya nggak cuma bikin suhu jadi makin panas, Millens. Bahkan, laporan terbaru menyebut Tuvalu, negara kaya raya di Pasifik Selatan ini terancam tenggelam dan hilang! Kok bisa, ya?

Tuvalu adalah negara yang ada di tengah-tengah Pasifik, tepatnya jauh di timur Papua Nugini. Berupa sembilan pulau kecil dan atoll, luas wilayahnya hanyalah 26 km persegi. Negara dengan Ibu Kota Funafuti ini memiliki populasi 11.646 orang per 2019 lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, tanda-tanda bahwa Tuvalu bakal tenggelam karena pemanasan global semakin terlihat. Yang paling terasa adalah tanah di Tuvalu yang kini jadi tandus. Padahal, dulu di sana masih subur. Para ahli menduga jika telah terjadi penyerapan garam yang cukup tinggi akibat naiknya permukaan air laut sebagai penyebabnya.

Air tanah yang selama ini jadi sumber konsumsi warganya juga sudah dipenuhi dengan air laut. Otomatis, untuk minum dan kebutuhan lainnya, kini warga Tuvalu sampai menggantungkan diri dari air hujan.

Pemerintah Tuvalu bukannya diam dengan hal ini. Mereka bahkan sudah melakukan rencana evakuasi warganya ke tempat lain karena wilayah ini sudah nggak layak dihuni. Mereka juga berusaha untuk menekan laju perubahan iklim yang sepertinya sulit untuk dihentikan di sana.

“Kenaikan suhu sebanyak 1,5 derajat Celcius sudah menjadi bencana untuk Pasifik,” keluh Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano.

Tuvalu adalah negara kepulauan kecil di Pasifik dengan titik tertinggi hanya 4,5 meter di atas permukaan laut. (Flickr/

Tomoaki INABA)
Tuvalu adalah negara kepulauan kecil di Pasifik dengan titik tertinggi hanya 4,5 meter di atas permukaan laut. (Flickr/ Tomoaki INABA)

Yang jadi masalah, titik tertinggi Tuvalu hanyalah 4,5 meter di atas permukaan laut. Rata-rata di wilayah tersebut ketinggiannya hanyalah 1,2 meter. Jika kondisi pemanasan global dan kenaikan air laut nggak terhentikan, setidaknya kenaikan air laut ini mencapai 77 cm pada 2100. Akibatnya, banyak wilayah di Tuvalu dan negara-negara lain di Pasifik seperti Kepulauan Solomon dan Kepulauan Marshall yang kemungkinan juga bakal tenggelam.

“Tuvalu akan berada di bawah air dalam beberapa tahun ke depan,” prediksi ilmuwan Shayne McGregor dari Monash University, Melbourne, Australia.

Omong-omong, kok bisa sih Tuvalu jadi negara kaya? Padahal, tempat ini juga bukan tujuan wisata populer di dunia. Kekayaan alamnya juga nggak benar-benar tinggi. Nah, usut punya usut, negara ini mendapatkan sekitar 5 juta Dollar AS setiap tahun sebagai royalti karena menyewakan country code top level domains.

Kalau kamu bingung apa itu, domain sebenarnya adalah nama unik untuk mengidentifikasi server komputer. Nah, ada perusahaan bernama Versign di Tuvalu yang menyewakan domain ini pada perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dengan kode di belakang nama situs .tv. Yap, kalau di Indonesia, kodenya itu id. Nah, kode itu banyak dicari banyak perusahaan, khususnya media yang terkait dengan video atau streaming.

Kira-kira, kalau sampai Tuvalu tenggelam, apakah negara ini bakal tinggal sejarah saja, ya? (Det/IB09)