Turun Harga, Kini Biaya Pasang PLTS Rp 14-17 Juta

Turun Harga, Kini Biaya Pasang PLTS Rp 14-17 Juta
Ilustrasi: Biaya pasang PLTS atau panel surya kini lebih murah. (Flickr/ Elliott Brown)

Kamu tertarik pasang panel surya alias PLTS di atap rumah kamu, Millens? Kalau iya, Kementerian ESDM menyebut biaya pemasangannya turun lo. Kini, biaya pasang PLTS jadi Rp 14-17 juta!

Inibaru.id – Kini, semakin banyak orang yang pengin memakai sumber energi terbarukan seperti panel surya atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kalau kamu tertarik memasangnya di rumah, biaya pasang PLTS kini turun harga jadi Rp 14 juta sampai Rp 17 juta per kilowatt peak.

Kalau menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusuma, biaya ini masih tergantung kapasitas, Millens.

“Itu sudah termasuk dengan converter dan segala macam. Tapi di luar membeli meteran karena meterannya harus beli ke PLN yang harganya Rp 1,7 juta,” ungkap Dadan, Senin (9/5/2022).

Nah, karena harganya cenderung semakin murah dalam beberapa tahun belakangan, kini semakin banyak orang yang tertarik untuk memasangnya di rumah. Meski begitu, mereka tentu mempertimbangkan biaya membeli listrik dengan PLN jika dibandingkan dengan seperti apa nantinya usai memasang PLTS di atap tempat tinggalnya.

Hal yang berbeda berlaku di dunia industri. Banyak pelaku industri yang tidak lagi berpikir banyak terkait dengan pemasangan PLTS karena adanya aturan kalau industri memang diminta untuk memakai energi terbarukan. Selain itu, energi bersih dari PLTS dan biayanya yang cukup murah dianggap bisa mendukung proses produksi dengan lebih baik.

Panel surya atau PLTS dianggap sebagai solusi energi bersih dan murah. (Flickr/Marufish)
Panel surya atau PLTS dianggap sebagai solusi energi bersih dan murah. (Flickr/Marufish)

Dalam 3 tahun, Ditargetkan 3,6 Gigawatt PLTS Terpasang

Omong-omong ya, dalam tiga tahun ke depan, Kementerian ESDM punya target memasang PLTS dengan produksi mencapai 3,6 gigawatt. PLTS juga kini sudah masuk dalam program strategis nasional dalam hal produksi energi baru terbarukan sampai 23 persen dari total produksi energi di Indonesia pada 2025, Millens.

Dari target tersebut, rencananya sektor rumah tangga dan industri yang jadi sasaran. Khusus untuk sektor rumah tangga, diharapkan pada 3 tahun terdepan bakal didapatkan 1,52 gigawatt energi dari PLTS atap.

Kalau angka ini dihitung dengan jumlah pelanggan PLN sekarang, setara dengan 2 persen dari pelanggan dengan daya 1.300 Volt Ampere (VA) dan 10 persen dari pengguna 2.200 VA. Sementara itu, kalau sasarannya adalah pelaku industri, targetnya adalah 1,30 GW yang setara dengan 10 persen pelanggan berdaya 1.300 VA-1.400 VA dan 20 persen pelanggan dengan daya lebih dari 14 KVA.

Mengingat energinya bersih dan cenderung murah karena berasal dari sinar matahari, kamu tertarik memasang PLTS di atap rumah nggak, Millens? (Oke/IB09/E05)