Tukang Becak 76 Tahun Naik Haji, Ia Mengaku Menabung Selama 20 Tahun

Setelah menabung selama 20 tahun dari menyisihkan upahnya menarik becak, kakek Maksum akhirnya dapat berangkat haji.

Tukang Becak 76 Tahun Naik Haji, Ia Mengaku Menabung Selama 20 Tahun
Maksum Sapii Bunet bin Wahab (Foto: dakwahinsanmuda.com)

Inibaru.id – Impian kakek Maksum Sapii Bunet akhirnya benar-benar terwujud. Keinginan untuk menunaikan ibadah haji baru terlaksana di usianya kini yang hampir berkepala empat. Hidup dalam segala keterbatasan materi, tak menyurutkan semangat kakek Maksum untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang sebagian ia tabung untuk keinginannnya berangkat haji. Ya, hanya bekerja sebagai tukang becak.

Dengan becak, Maksum mencari nafkah untuk dirinya yang kini sudah tidak lagi direpoti anak-anaknya. Enam dari empat belas keturunannya yang masih hidup sudah mempunyai kehidupan sendiri-sendiri.

Maka, jika masih ada sisa dari hasil menarik becak, Maksum mengumpulkannya sampai 20 tahun hingga dia bisa mendaftar haji pada 2010 lalu.

"Saya nabung sedikit demi sedikit. Sebab, pendapatannya tidak tentu, kadang dapat Rp 50 ribu, kadang kurang. Saya narik becak di Pasar Atum (Surabaya). Tiap hari. Tapi kalau nabungnya tidak tentu," kenang dia.

Baca juga: Berbekal Yakin, Tukang Becak 79 Tahun Ini Akhirnya Bisa Berhaji

Setelah menunggu selama tujuh tahun sejak mendaftar, Maksum bisa berangkat haji tahun ini. Tergabung dalam kloter 6 Embarkasi Surabaya (SUB 06), dia mengaku bahagia dan kaget bisa memenuhi panggilan Allah, sesuai yang dicitakannya sejak lama.

"Alhamdulillah, sampai di sini juga. Saya merasa kagum dan kaget," tuturnya dalam Bahasa Jawa seperti yang dilansir lipuatan6.com pada Rabu (23/8).

Maksum mengaku sampai sekarang masih menarik becak, meski usianya sudah mulai senja. Sepulang haji, dia juga mengaku ingin terus menarik becak, karena profesi itu yang selama ini ia jalani.

"Setelah haji, tetap narik becak. Kalau masih kuat kerja, masih pengin terus agar tidak merepotkan anak. Kita ke sini kehendak Allah. Kalau Allah tidak menghendaki, ya, tidak bisa," pungkasnya. (GIL/IB)