Tugas Berat Menanti, Bapak Panglima...

Bila benar-benar diangkat jadi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bakal mengemban tugas berat. Siap, Bapak Marsekal?

Tugas Berat Menanti, Bapak Panglima...
Marsekal Hadi Tjahjanto diusulkan banyak pihak jadi pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo. (Tempo.co/Dhemas Reviyanto Atmodjo)

Inibaru.id – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto kudu siap mengemban beban berat kalau nanti Presiden Jokowi melantiknya jadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kenapa, Sobat Millens? Jelas dia kudu mampu menjaga stabilitas politik nasional. Itulah yang dikatakan Ketua Komisi Pertahanan DPR Asril Hamzah Tanjung.

Seperti ditulis Tempo.co, Selasa (5/12/2017), Asril bilang, panglima TNI baru itu bakal dihadapkan pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Pada perhelatan politik besar itulah kemungkinan besar akan timbul gejolak luar biasa.

Seperti udah Sobat Millens ketahui, Presiden Jokowi udah mengajukan Hadi sebagai calon Panglima TNI saat Jenderal Gatot Nurmantyo yang pensiun pada 1 April 2018. Jokowi mengatakan, Hadi itu sosok tepat pengganti Gatot.

Baca juga:
Kandidat Pilkades yang Didandani Laiknya Pengantin
Terdakwa KTP-el Mengungkap Asal Arloji Mewah Setya Novanto

“Beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang teruji,” ujar Presiden di sesela peresmian jalan tol Soreang-Pasir Koja, di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin, (4/12/2017).

Jokowi yakin, Hadi bakal mampu membawa TNI lebih baik dan profesional.

“Sesuai dengan jati dirinya, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” kata dia.

Pada 3 Desember, Jokowi menandatangani surat pengajuan itu dan udah diajukan ke DPR sehari berikutnya. Sore harinya, DPR menggelar rapat Badan Musyawarah untuk membahas surat tersebut pada sore harinya.

Bukannya bikin ketar-ketir, Asril memprediksi gejolak politik pada 2018 dan 2019  bakal lebih besar ketimbang pilkada atau bahkan pemilu sebelumnya. Nah, kesiapan Hadi untuk mengamankan tahun politik itulah yang bakal ditanyakan anggota Dewan dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Pertahanan.

Hingga Senin, belum terjadwal penyelenggaraan tes itu. DPR perlu menggelar dulu rapat paripurna untuk membacakan surat dari Presiden soal penunjukan Hadi.

Baca juga:
Rekomendasi MUI untuk Penghayat Kepercayaan
Menakar Gus Dur Sebagai Bapak Keadilan Sosial

Anggota Komisi Pertahanan Fraksi Demokrat Syarief Hasan pun sepakat dengan Asril bahwa Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 jadi tantangan terbesar bagi siapa pun yang menyandang posisi Panglima TNI nanti.

“Karena menyangkut keutuhan Indonesia, dan bagaimana strateginya ke depan,” ujarnya.

Adapun Gatot menyerahkan soal pengganti dirinya ke Presiden Jokowi. Dia berharap, Panglima TNI yang baru bakal mampu menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin berat. (OS/SA)