Tubuh yang Mengalami Depresi, Apa yang Terjadi?

Tubuh yang Mengalami Depresi, Apa yang Terjadi?
Depresi bukanlah kesedihan, tapi perasaan mati rasa terhadap kehidupan dan emosi yang konstan.  (Pixabay)

Saat mengalami depresi, tubuh juga ikut bereaksi. Maka, hal-hal inilah yang akan terjadi!

Inibaru.id – Depresi kerap diilustrasikan sebagai selimut tebal yang menutupi tubuh kita. Sangat sulit melepaskan diri, tapi terasa nyaman secara bersamaan. Kalau kata penulis JK Rowling, depresi bukanlah kesedihan dan sangat sulit mendeskripsikannya kepada orang yang nggak mengalaminya.

Apa yang dikatakan penulis novel berseri Harry Potter itu memang nggak salah. Banyak peneliti telah mengungkapkan, depresi bukanlah kesedihan, tapi perasaan mati rasa terhadap kehidupan dan emosi secara konstan. Gambarannya, penderita bangun pada pagi hari hanya untuk kembali ke tempat tidur.

Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat mengalami depresi?

Tubuh Para Pengidap Depresi

Seseorang yang mengalami depresi umumnya hidup di dalam tubuh yang berjuang untuk bertahan hidup, namun otaknya selalu berpikir untuk mati. Kalau hal itu terus-menerus berlangsung, kira-kira hal inilah yang bakal terjadi pada tubuh kita.

1. Nyeri Otot dan Sakit Punggung

Bisa jadi rasa nyeri otot dan sakit pinggang yang konsisten merupakan bagian dari mental yang tertekan. (Pixabay/Karolina Grabowska)
Bisa jadi rasa nyeri otot dan sakit pinggang yang konsisten merupakan bagian dari mental yang tertekan. (Pixabay/Karolina Grabowska)

Sebuah penelitian terhadap ribuan mahasiswa di Kanada pada 2017 menemukan hubungan antara depresi dengan nyeri otot dan sakit punggung. Rasa sakit ini terjadi secara konsisten di sekujur tubuh, yang umumnya dimulai pada pagi hari.

Namun, banyak orang nggak menyadarinya dan berpikir bahwa rasa sakit itu hanya disebabkan oleh aktivitas kerja yang berlebih, kurang tidur, jarang olahraga, atau cedera. Padahal, bisa jadi rasa nyeri otot dan sakit punggung itu merupakan bagian dari mental yang tertekan.

2. Lelah Terus-menerus

Direktur Program Penelitian Klinis RSU Massachusetts Boston Mauriziofava mengungkapkan, depresi membuat orang lebih sering istirahat dan tidur. Namun, tidur nggak memulihkan perasaan lelah itu, sehingga mereka akan terbangun dan menjalani hari dengan tubuh yang lesu.

Perasaan lelah terus-menerus ini membuat pengidap depresi sering kehilangan konsentrasi, gampang tersinggung, dan apatis.

3. Sakit Kepala Kronis

Penderita depresi umumnya mengalami sakit kepala kronis seperti berdenyut ringan di sekitar alis, tapi terjadi secara teratur. (Staticnak1983)
Penderita depresi umumnya mengalami sakit kepala kronis seperti berdenyut ringan di sekitar alis, tapi terjadi secara teratur. (Staticnak1983)

Nggak semua sakit kepala menjadi penanda depresi, tapi kalau dialami hampir setiap hari, bisa jadi ini adalah ciri-cirinya. National Headache Foundation mengungkapkan, penderita depresi biasanya mengalami sakit kepala kronis seperti berdenyut ringan di sekitar alis, tapi terjadi secara teratur.

Kendati sudah meminum obat, sakit kepala pada para pengidap depresi umumnya bakal kembali muncul. Jadi, berhati-hatilah kalau kamu mengalami sakit kepala yang muncul secara teratur ya, Millens!

4. Sakit Perut

Depresi membuat sistem pencernaan meradang, lalu muncullah sakit perut. (Pexels/Sora Shimazaki)
Depresi membuat sistem pencernaan meradang, lalu muncullah sakit perut. (Pexels/Sora Shimazaki)

Nyeri haid atau masuk angin adalah penyebab utama sakit perut. Namun, ini juga penanda mental sedang buruk, sebagaimana diungkapkan para peneliti Harvard Medical School beberapa waktu lalu. Teknisnya, depresi membuat sistem pencernaan meradang, lalu muncullah sakit perut.

Kenapa bisa terjadi? Perlu kamu tahu, sudah sejak lama ilmuwan menjadikan usus sebagai “otak kedua” manusia. Ada hubungan imbal balik antara kesehatan usus dengan kesejahteraan mental. Ini terjadi karena usus yang dipenuhi bakteri baik akan mengalami ketidakseimbangan saat tubuh merasa cemas atau depresi.

5. Penurunan Penglihatan

Depresi yang berakibat pada masalah mata dan penurunan penglihatan merupakan hasil penelitian ilmuwan yang pernah dilakukan di Jerman pada 2010 silam. Saat mental tertekan, mata mengalami kesulitan melihat warna kontras semisal hitam dengan putih, yang mengakibatkan pandangan menjadi kabur.

Itulah lima hal yang mungkin terjadi pada tubuh yang mengalami depresi. Semakin lama seseorang mengalami tekanan mental tersebut, semakin parah pula kerusakan fisik yang mungkin terjadi. Maka, kalau kamu merasakan tanda-tanda ada yang salah pada tubuhmu, segeralah lakukan pemeriksaan.

Depresi bukanlah penyakit yang bisa kamu atasi sendiri. Penyebabnya pun macam-macam, mulai dari faktor genetik, trauma masa kecil, hingga stres berlebih. Daripada berlarut-larut, segeralah hubungi tenaga ahli agar segera teratasi. Yuk, sayangi mental kita! (Idn/IB20/E05)