Tren Cetak Sertifikat Vaksin, Waspadai Pencurian Data Pribadi!

Tren Cetak Sertifikat Vaksin, Waspadai Pencurian Data Pribadi!
Tren cetak sertifikat vaksin ternyata juga bisa memiliki risiko, lo. (Tokopedia/Snappy via Kompas)

Agar mudah untuk ditunjukkan setiap kali diperlukan dan nggak perlu repot buka ponsel, banyak masyarakat yang mengikuti tren cetak sertifikat vaksin. Padahal, tren ini bisa saja berbahaya, lo.

Inibaru.id – Demi mencapai herd immunity, pemerintah pun menggalakkan program vaksinasi. Harapannya, semakin banyak orang yang divaksin, semakin cepat pandemi Covid-19 ini berakhir.

Setelah divaksin, masyarakat bakal mendapatkan sertifikat berbentuk digital. Belakangan, sertifikat ini dijadikan syarat jika pengin masuk ke sejumlah tempat. Masalahnya, hal ini berdampak pada munculnya tren cetak sertifikat vaksin.

Sebenarnya, orang bisa saja membuka hp untuk menunjukkan sertifikatnya jika diminta. Tapi, orang tampaknya lebih tertarik mencetaknya dalam bentuk fisik.

Yang menarik, variasi kartu vaksin ini pun lumayan banyak. Sebagai contoh, ada yang berbentuk layaknya KTP sehingga mudah untuk disimpan dan dibawa ke berbagai tempat.

Meski nggak ada aturan resmi dari pemerintah yang isinya larangan mencetak sertifikat vaksin, masyarakat sebenarnya nggak dianjurkan untuk melakukannya. Bukan karena alasan aneh-aneh, namun demi mencegah pencurian dan penyebaran data pribadi yang bisa saja disalahgunakan orang lain yang nggak bertanggungjawab.

Sertifikat digital. (Pedulilindungi via Kompas)
Sertifikat digital. (Pedulilindungi via Kompas)

Jadi, kalau kamu cermati di kartu vaksin tersebut, ada kode QR yang bisa di-scan sebagai bukti bahwa kamu memang sudah pernah divaksin. Nah, di dalam kode QR ini, ada data-data pribadi kamu yang sebaiknya dijaga kerahasiannya.

Kalau sampai orang lain tahu, bisa jadi disalahgunakan. Dampaknya lumayan mengerikan, lo, Millens. Bisa jadi datamu dipakai untuk mendapatkan pinjaman online, rekening bank-mu bisa saja dibobol, dan alamat e-mail-mu yang penting juga bisa diambil alih.

Nah, ada solusi nggak agar kita tetap bisa mendapatkan sertifikat vaksin fisik sehingga nggak perlu repot-repot buka ponsel setiap kali diperlukan? Kalau memang ingin mencetaknya, cetak saja dengan printer sendiri di rumah, keluarga, atau teman yang bisa kamu percaya. Andaipun harus ke tempat percetakan, sebaiknya datang ke tempat yang sudah kamu kenal atau pastikan nggak akan menyalahgunakan datamu, Millens.

Sertifikat ini bisa kamu unduh di aplikasi PeduliLindungi. Bentuk yang bisa kamu cetak juga nggak harus seperti KTP. Bisa saja bentuknya seperti kertas biasa saja. Toh, yang penting sudah ada kode QR-nya kan?

Jadi, gimana, Millens? Apakah kamu juga bakal ikut tren cetak sertifikat vaksin juga? (Oke/IB09/E05)