Saat Mahasiswa Perantauan Bicara Mudik...

Bagi sebagian orang, mudik merupakan suatu keharusan saat Idul Fitri. Lantas, bagaimana pendapat mahasiswa perantauan tentang mudik?

Saat Mahasiswa Perantauan Bicara Mudik...
Tradisi mudik saat lebaran. (Inovasee.com)

Inibaru.id – Menjelang Lebaran, kata mudik selalu terdengar di mana-mana. Yap, masyarakat Indonesia memang sangat akrab dengan aktivitas pulang kampung tersebut. Mereka berbondong-bondong memadati jalanan agar bisa sampai di kampung halaman dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Bagi sebagian orang, mudik malah menjadi suatu keharusan. Mereka rela berebut tiket dan mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa berkumpul bersama keluarga. Namun, makna mudik mungkin berbeda bagi mahasiswa perantauan yang jauh dari kampung halaman.

Hal ini dirasakan Annisa Rahmi Pratiwi. Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Undip ini mengatakan mudik saat Lebaran itu bukan hal yang wajib dilakukan.

“Lebaran nggak harus semuanya kumpul, apalagi seperti rumahku yang jauh. Tiket pesawat juga mahal banget kalau menjelang Lebaran, rasanya sayang kalau di rumah sebentar terus harus balik lagi ke Semarang,” ungkap perempuan asal Palembang, Sumatra Selatan tersebut.

Selain jarak yang jauh dan biaya transportasi yang mahal, jadwal kegiatan mahasiswa yang ketat turut mengakibatkan mahasiswa perantauan memutuskan nggak mudik nih, Millens.

Momen berkumpul dengan keluarga. (Idntimes.com)

Eits, tapi bagi mahasiswa perantauan satu ini mudik tetap dianggap penting. Muhammad Khoirul Anam menyebut Lebaran sebagai momen tepat untuk berkumpul dengan keluarga.

“Mahasiswa kan mayoritas belum punya tanggung jawab lain seperti suami/istri dan anak, tapi hanya memiliki tanggung jawab dengan orang tua, makanya waktu lebaran itu waktu paling tepat berkumpul dengan keluarga dan saudara-saudara,” ujar mahasiswa asli Kebumen, Jawa Tengah itu.

Seperti halnya Anam, mudik saat lebaran juga menjadi tradisi yang wajib dilakukan perempuan asal Jakarta, Desmonda Farah. Bagi Farah, mudik menjadi obat saat rindu dengan suasana rumah.

“Mudik itu penting banget, soalnya seperti sudah ritual ya tiap tahun. Kita bisa ketemu sama orang tua dan saudara-saudara di rumah, jadi momen yang pas untuk bersilaturahmi dengan orang-orang rumah. Kan aku juga udah lama merantau, meski nggak jauh-jauh banget ya rasa kangen itu pasti ada,” jelas mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Hm, mau mudik atau tidak yang terpenting adalah inti mudik tersebut yakni silaturahmi antaranggota keluarga. Kendati kamu nggak mudik, bila silaturahmi itu bisa dijaga nggak masalah kok. Saat ini, teknologi pun sudah canggih jadi bisa dimanfaatkan untuk keperluan silaturahmi ini, Millens. Selamat mudik. (Putri Rachmawati/E04)