Torehan Medali Emas Indonesia Semakin Mendekati Target

Torehan Medali Emas Indonesia Semakin Mendekati Target
Petenis Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat yang secara mengejutkan mampu meraih medali emas Asian Games 2018 (AFP/Mohd Rasfan)

Hingga Senin (27/8/2018) siang, Indonesia sudah meraih 15 emas dari target minimal 16 emas. Kendati begitu, masih ada beberapa cabang yang berpotensi mendulang emas di sisa waktu Asian Games 2018.

Inibaru.id - Tiada hari tanpa medali emas untuk Indonesia. Perjuangan atlet Indonesia di Asian Games 2018 memang luar biasa. Kendati dibebani target tinggi yakni 16 hingga 20 medali emas, para atlet mampu tampil dengan maksimal.

Hingga Senin (27/8/2018), sudah ada 15 medali emas yang dikantongi Indonesia. Sumbangan emas terbaru datang dari cabang pencak silat yang menambah tiga medali emas melalui Puspa Arumsari di nomor Seni Women's Singles; pasangan Yola Primadona Jampil/Hendy di nomor Seni Men's Doubles; dan Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, Anggi Faisal Mubarok di nomor Men's Team. Dengan raihan itu, Indonesia sukses menduduki posisi keempat yang sempat direbut Iran.

Cnnindonesia.com, Kamis (23/8) menulis, sebagian besar cabang olahraga unggulan yang ditargetkan meraih medali memang bisa mendapatkan hasil maksimal. Namun, ada juga beberapa cabang yang memberikan kejutan seperti balap sepeda, karate, dan tenis.

Sebelum ini, pemerintah menyebut ada 11 cabang olahraga yang ditargetkan mampu meraih medali emas di Asian Games 2018. Cabang tersebut adalah pencak silat yang ditargetkan meraih 5 medali, bulutangkis 2 medali, paralayang 2 medali, panjat tebing 2 medali, jetski 2 medali, rowing 1 medali, angkat besi 1 medali, dayung 1 medali, dan taekwondo 1 medali.

Taekwondo menjadi cabang olahraga pertama yang mempersembahkan emas bagi kontingen Indonesia. Defia Rosmaniar memenangi nomor individual poomsae putri. Wushu juga sudah mempersembahkan medali emas melalui Lindswell Kwok. Sementara itu, angkat besi yang diwakili Eko Yuli Irawan juga sudah memenuhi target.

Beberapa cabang yang belum memberikan hasil yang maksimal adalah bridge yang baru mempersembahkan dua medali perunggu dan jetski yang mempersembahkan 1 medali emas.

Namun, nggak perlu khawatir, Millens. Masih banyak peluang untuk menambah medali emas bagi Indonesia, kok.

Di cabang bulu tangkis, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk memenangi 2 medali emas di nomor ganda putra dan tunggal putra. Indonesia juga masih berpeluang besar menambah medali di ajang pencak silat karena 14 atlet Indonesia lolos ke babak final yang dipertandingkan pada Senin (27/8). Delapan pesilat lolos ke kategori tarung dan enam sisanya lolos ke nomor seni.

Menanggapi raihan medali atlet Indonesia yang sejauh ini cukup memuaskan, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto mengungkapkan rasa syukurnya.

"Perjalanan masih panjang. Banyak raksasa Asia yang belum keluar. Tapi perolehan medali ini mampu menambah semangat atlet lain untuk meraih hal yang sama. Banyaknya medali yang diraih di fase awal Asian Games 2018 juga berpengaruh positif dan sangat memotivasi atlet dari cabang olahraga lainnya. Hal ini sangat berbeda seperti saat di Asian Games 2014 Incheon. Saat itu, banyak atlet yang sudah pasrah dan baru meraih medali di saat-saat akhir. Kami optimis target 10 besar dan minimal 16 medali emas bisa dicapai," ungkap Gatot.

Yap, Indonesia masih punya kans besar untuk menunjukkan taringnya di Asia. Dus, terus dukung atlet Indonesia ya karena mereka pasti mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa. (IB09/E04)