Tolak Matikan Ponsel di Pesawat, Mumtaz Rais Bersitegang dengan Wakil Ketua KPK

Tolak Matikan Ponsel di Pesawat, Mumtaz Rais Bersitegang dengan Wakil Ketua KPK
Mumtaz Rais. (Instagram/Mumtaz.rais)

Anak Amien Rais, Mumtaz Rais ribut di pesawat dengan wakil Ketua KPK karena menolak mematikan ponselnya. Sebelum bersitegang, Mumtaz sudah diperingatkan oleh awak kabin, tapi anggota DPR itu tetap bersikukuh dan malah membentak.

Inibaru.id - Perilaku songong pejabat Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Kali ini putra politikus Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais nggak terima ditegur lantaran asyik menelepon saat pesawat sudah boarding. Kasus ini terjadi di penerbangan pesawat Garuda Indonesia GA 643 Rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/3) kemarin.

Mumtaz saat itu adalah penumpang kelas bisnis. Awalnya, dia sempat beradu argumen dengan kru kabin saat diingatkan agar mematikan ponsel. Peringatan ini sayangnya nggak didengar. Mumtaz akhirnya kembali ditegur, namun yang menegurnya adalah Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango yang duduk di dekatnya. Cekcok pun nggak bisa dihindari.

Bukannya mematikan telepon, dia justru semakin mengeraskan suaranya. Dua kali Mumtaz ditegur cabin crew, tetap nggak diindahkan. Saat ditegur untuk kali ketiga, Mumtaz justru membentaknya.

Pamolango Nawawi yang ada di dekatnya gerah melihat hal ini. Dia sempat meminta Mumtaz mematuhi aturan penerbangan, tapi Mumtaz justru nggak terima dan menantangnya.

 Pamolango Nawawiwakil ketua KPK yang ribut dengan Mumtaz Rais. (RakyatMerdeka)<br>
Pamolango Nawawiwakil ketua KPK yang ribut dengan Mumtaz Rais. (RakyatMerdeka)

Kawan Mumtaz, Khaerul Salehu, menengahi keduanya. Awak kabin yang melihat kondisi sudah lebih kondusif pun menganggap masalah ini telah selesai. Pesawat pun akhirnya mengudara. Hanya, ketika pesawat mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Pamolango melaporkan kasus ini secara lisan ke Kapospol Terminal 3.

Petugas pun mencari Mumtaz untuk dimintai keterangan. Hanya, karena cabin crew GA643 nggak melaporkan terkait hal ini kepada petugas keamanan di Terminal 3, Mumtaz pun nggak dipanggil. Padahal, Mumtaz dianggap sudah melanggar UU Penerbangan.

Kasus ini ternyata tetap dilanjutkan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan dilimpahkan ke PPNS Perhubungan. Pihak Polresta ingin melakukan mediasi terlebih dahulu. Jika Mumtaz menolak, maka proses hukum akan dilanjutkan. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak Mumtaz ataupun Pamolango terkait hal ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan kalau perusahaannya akan kooperatif dengan masalah ini. (FacebookIrfanSetiaputra)<br>
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan kalau perusahaannya akan kooperatif dengan masalah ini. (FacebookIrfanSetiaputra)

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memastikan perusahaannya berkomitmen untuk selalu menegakkan aturan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Menurutnya, kru kabin telah melakukan tugasnya dengan mengingatkan penumpang yang tak patuh aturan. Bahkan, teguran sudah diberikan sebanyak tiga kali.

"Adapun atas laporan salah satu penumpang yang terlibat adu argumen, kejadian tersebut saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Garuda Indonesia juga akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan," ucap Irfan.

Kalau menurut kamu, tindakan yang dilakukan Mumtaz ini cukup memalukan, nggak sih, Millens? (Kum/IB28/E07)