TNI AD: Nggak Ada Lagi Tes Keperawanan Kowad

TNI AD: Nggak Ada Lagi Tes Keperawanan Kowad
Ilustrasi: TNI hapus tes keperawanan Kowad. (Detik)

Puluhan tahun jadi kontroversi, kini TNI AD nggak lagi menggelar tes keperawanan bagi Kowad. Apa alasannya, ya?

Inibaru.id – Ujian calon Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) bakal berbeda dari sebelum-sebelumnya. Bagaimana nggak, kini tes keperawanan Kowad sudah dihapus. Hal ini dipastikan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Mayjen TNI Budiman.

Nggak hanya soal menghapus tes keperawanan Kowad, Kini di berkas formulir atau administrasi di TNI AD, nggak bakal ditemukan lagi kata selaput dara atau hymen. Meski begitu, khusus untuk ‘hymen’, ada pengecualian yang terkait dengan faktor kesehatan.

“Kecuali ada hymen inverporata,” ujar Budiman dalam sebuah sesi diskusi virtual pada Rabu (1/9/2021).

BTW, hymen inverporata sebenarnya adalah kondisi kesehatan yang cukup langka yang membuat selaput dara nggak berlubang sama sekali. Dampaknya ternyata bisa lumayan serius, Millens. Bagaimana nggak, darah menstruasi bakal nggak bisa keluar dan akhirnya menumpuk di organ vital pemiliknya. Hal ini bisa memicu kondisi kesehatan yang lebih serius, lo.

“Jika terjadi (ditemukan), harus ditolong,” tegas Budiman.

Dasar hukum penghapusan tes keperawanan di TNI AD ini sudah ada lo, Millens, Tepatnya di Juknis Nomor B/1372/VI/2021 yang bertanggal 14 Juni 2021 Tentang Penyempurnaan Juknis Pemeriksaan Uji Badan TNI AD. Juknis ini ditandatangani oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa.

Meski begitu, tes kesehatan organ vital tetap dilakukan demi mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang serius atau tidak. (kodiklat-tniad.mil.id)
Meski begitu, tes kesehatan organ vital tetap dilakukan demi mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang serius atau tidak. (kodiklat-tniad.mil.id)

Diapresiasi Banyak Pihak

Tes keperawanan di Kowad memang sudah berlangsung puluhan tahun dan hal tersebut selalu menjadi kontroversi sejak lama. Nah, keputusan TNI AD untuk nggak lagi memakainya pun diapresiasi banyak pihak, termasuk Komnas Perempuan.

“Sekarang nggak ada lagi penilaian itu akrena memang tujuannya lebih ke kesehatan, menghindari adanya masalah yang menimbulkan insiden yang menghilangkan nyawa. Jadi tidak perlu lagi,” ucap Andika, Selasa (10/8).

Menurut Komisioner Komnas Perempuan Andy Ventriani, tes keperawanan ini nggak relevan dengan aspek kesehatan serta integritas bagi calon prajurit atau calon pasangan prajurit. Tes ini juga dianggap diskriminatif karena hanya dilakukan terhadap perempuan. Apalagi, bentuk tesnya juga bisa memicu trauma bagi perempuan.

Tes ini dilakukan dengan memasukkan dua jari ke dalam organ vital perempuan hanya untuk memastikan apakah seseorang sudah pernah berhubungan intim atau nggak. Tes ini telah dilakukan puluhan tahun di TNI dan lembaga kepolisian.

Kalau kamu, apakah juga setuju dengan dihapuskannya tes keperawanan ini, Millens? (Dw, Voa, Lip/IB09/E05)