Tiga Aksi Bullying Siswa Senior kepada Juniornya di Jakarta

Sangat mudah bagi kita menemukan berita kasus kekerasan dalam dunia pendidikan. Di Indonesia, cerita tentang kakak kelas mengitimidasi adik kelas seolah sudah biasa mampir ke telinga kita. Terlepas itu kasus ringan atau berat, kekerasan di sekolah atau kampus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah dan orang tua untuk mencari jalan keluarnya.

Tiga Aksi Bullying Siswa Senior kepada Juniornya di Jakarta

Inibaru.id - Sangat mudah bagi kita menemukan berita kasus kekerasan dalam dunia pendidikan. Di Indonesia, cerita tentang kakak kelas mengitimidasi adik kelas seolah sudah biasa mampir ke telinga kita. Terlepas itu kasus ringan atau berat, kekerasan di sekolah atau kampus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah dan orang tua untuk mencari jalan keluarnya.

Tidak hanya terjadi di daerah pinggiran saja, kekerasan juga banyak terjadi di kota besar seperti Jakarta. Akses informasi yang serbamudah dan dekat dengan fasilitas apa saja tak lantas membuat ciut nyali para pelaku kekerasan. Berikut adalah sedikit dari banyak kasus kekerasan dalam dunia pendidikan yang pernah ditangani oleh pihak kepolisian.

  1. SMA 90 Jakarta
    Kasus kekerasan di SMA 90 Jakarta terjadi pada akhir tahun 2008. Dalam kegiatan penataran, siswa senior, yaitu kelas dua dan tiga memaksa adik kelasnya untuk membuka baju, push up dan lari. Tidak hanya itu, mereka juga mengalami kekerasan fisik berupa tamparan di wajah.
    Seorang siswa bahkan mengalami luka bibir pecah dan memar di pelipis. Dari tindakan tersebut, pihak sekolah telah menskorsing siswa-siswa yang terlibat. Sejumlah 31 siswa diskors selama lima hari dan menandatangani surat perjanjian di atas materai agar tidak mengulangi perbuatannya.
  1. SMA 82 Jakarta
    Terjadi pada November 2009. Adalah Ade, seorang siswa kelas X yang terpaksa dirawat di ruang UGD Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Selatan karena menjadi bulan-bulanan kakak kelasnya.
    Alasannya sangat sepele: Ade melewati sebuah koridor “terlarang” baginya. Ya, seperti tradisi, siswa SMA 82 Jakarta mempunyai koridor khusus untuk para anak kelas tiga dan haram dilewati adik kelas.
    Lantaran alasan itu, Ade mendapatkan tinju bertubi-tubi hingga pingsan. Ia tidak sadarkan diri sekitar tiga jam.
    Polres Metro Jakarta Selatan pun turun tangan. Pihak kepolisian menetapkan 12 pelajar sebagai tersangka penganiayaan. Pihak sekolah pun telah menskorsing 14 siswanya selama satu pekan.
  1. SMA 46 Jakarta
    Pada Februari 2010, seorang siswa kelas X bernama Okke Budiman mengalami perundungan (bullying). Ia dikerjai seorang senior yang kerap meminjam motornya. Suatu ketika, Okke menggubris permintaan si senior. Akibatnya, Okke mendapatkan pukulan baik dengan tangan kosong maupun dengan helm. Ia juga mendapatkan tendangan di punggung serta lima sulutan rokok di lengan kanannya.

Sang ayah melaporkan kejadian itu kepada pihak sekolah dan Polres Jakarta Selatan melalui Laporan Polisi no 268/K/II/2010/Res.Jaksel tanggal 17 Februari dengan tuduhan penganiayaan berat.

Akibat kejadian tersebut, Okke sempat mengalami trauma cukup dalam. Ayahnya kemudian memilih untuk mengeluarkan anaknya dari sekolahan. Kini Okke bersekolah dengan metode home schooling(IP/IB)