Tidak Ada Layanan Google di Negara Ini, Bagaimana Mereka Mencari Informasi di Internet?

Tidak Ada Layanan Google di Negara Ini, Bagaimana Mereka Mencari Informasi di Internet?
Ternyata, ada lo negara yang nggak menyediakan layanan Google. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ternyata, ada lo negara yang tidak menggunakan layanan mesin pencarian Google. Lantas, bagaimana ya mereka mencari informasi di internet?

Inibaru.id – Dunia teknologi internet saat ini hampir mustahil dipisahkan dari aplikasi mesin pencari Google. Didirikan Larry Page dan Sergey Brin, perusahaan multinasional asal Amerika itu kini telah merambah banyak hal, mulai dari komputasi web hingga periklanan daring. Lalu, adakah negara yang berani menolak atau nggak mendapatkan "layanan" Google?

Jawabannya, ada! Di dunia ini, rupanya ada negara yang menolak Google, sehingga kamu nggak bisa mencari apa pun via Goolge saat berada di negara tersebut.

Perlu kamu tahu, sekitar awal Februari 2021 lalu, Google sempat ingin menarik layanan pencarian Google di negara tetangga kita, Australia. Hal ini disebabkan oleh undang-undang baru di Negeri Kangguru tersebut yang dianggap mengebiri kewenangan Google dalam menyediakan layanannya bagi warganet.

Ihwal kejadian, pemerintah Australia ingin Google membayar kantor berita setempat untuk berita-berita yang tampil di hasil pencarian. Google tidak setuju dengan hal ini, kemudian mengeluarkan ancaman tersebut.

Bukan yang Pertama

Di Tiongkok, mesin pencari yang paling banyak digunakan bukanlah Google, melainkan Baidu. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Di Tiongkok, mesin pencari yang paling banyak digunakan bukanlah Google, melainkan Baidu. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Perseteruan Google dengan kebijakan pada sebuah negara bukan kali itu saja terjadi. Sebelumnya, Google pernah berseteteru dengan Tiongkok. Pertikaian itu membuat layanan Google nggak bisa diakses di Negeri Tirai Bambu.

Sekitar 2010 lalu, Google dan sejumlah perusahaan teknologi melaporkan serangan siber yang sangat canggih dari Tiongkok. Mereka melaporkan, serangan ini didukung pemerintah setempat. Lantaran kejadian ini, Google sampai memutuskan menutup layanannya di sana.

Selain serangan siber, Google diyakini menutup layanannya di Tiongkok karena adanya aturan penyensoran yang berlebihan di sana. Padahal, setidaknya ada 900 juta warganet di Tiongkok atau sekitar 20 persen dari jumlah total warganet sejagat.

Warga Tiongkok merespons serangan ini dengan beralih ke Baidu, mesin pencari informasi yang memiliki fitur mirip Google. Sekitar enam tahun usai mesin pencari ini dibuat, setidaknya 57 persen pasar Tiongkok mereka kuasai dan 50 persen iklan digital di sana.

Berbeda dengan Google yang mampu menyediakan informasi apa pun, pencarian di Baidu lebih "terkontrol". Ada sejumlah informasi yang nggak bisa diakses karena permintaan pemerintah Tiongkok, misalnya pembantaian di Lapangan Tiananmen atau peristiwa 4 Juni.

Untuk kamu yang nggak bisa lepas dari teknologi terkini, sepertinya bakal sangat sulit berpisah dari Google ya? (Sua/IB09/E03)