Tetap Pimpin Tarawih, Imam Musala Positif Corona Bikin Puluhan Jemaah Jadi ODP

Tetap Pimpin Tarawih, Imam Musala Positif Corona Bikin Puluhan Jemaah Jadi ODP
Ilustrasi salat. Seorang imam musala positif corona nekat memimpin salat tarawih meski telah dinyatakan positif corona berdasarkan tes swab. (Shutterstock)

Seorang imam musala positif corona berinisial O tetap memilih pimpin tarawih di Jakarta. Imbasnya, lelaki yang dinyatakan positif setelah menjalani tes swab tersebut membuat puluhan jemaah jadi ODP.

Inibaru.id – MUI pada 16 Maret lalu sejatinya telah berfatwa terkait pandemi corona, yang intinya melarang umat Islam yang terjangkit Covid-19 salat berjemaah di masjid. Namun, nggak semua orang mengindahkannya, seperti seorang imam musala positif corona di Jakarta Barat. 

Bertempat di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, kendati telah dinyatakan positif berdasarkan swab test, lelaki berinisial O tersebut tetap ngotot memimpin Salat Tarawih. Hal tersebut seperti dinyatakan Camat Tambora Bambang Sutama.

Kejadian bermula ketika anak dari O lebih dulu divonis positif corona berdasarkan swab test. Namun, dia dinyatakan negatif pada Kamis (7/5/2020), sehingga memutuskan pulang dari rumah sakit.

Namun, berdasarkan prosedur penanganan corona, O dan istrinya juga harus menjalani tes swab, terlebih karena mereka berdua sudah lanjut usia (80-an dan 70-an tahun). Hasilnya, O dinyatakan positif mengidap virus corona pada jumat (8/5).

"Iya, positif corona," terang Bambang. 

Kendati demikian, Bambang menambahkan, kakek yang termasuk RW cum tokoh masyarakat setempat ini menyangkal hasil tes. Dia juga menolak saat akan dibawa oleh pihak Puskesmas Jembatan Besi untuk diisolasi di rumah sakit pada Sabtu (9/5).

"Karena (merasa) sehat, dia bilang, 'Saya ini gejala tifus,' dan bilang nggak yakin apa yang disampaikan dokter," ungkap Bambang, yang juga menambahkan, O kemudian tetap memimpin salat tarawih berjemaah di musala.

Jemaah Jadi ODP

Akibat peristiwa ini, Lurah Jembatan Besi Tarcius Iwan mengatakan, sebanyak 28 jemaah salat tarawih malam itu langsung dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), isolasi mandiri, dan menjalani swab test pada Minggu (10/5).   

"Di rumah (masing-masing), isolasi mandiri, terus swab test," kata dia.

Imam musala positif corona menyangkal hasil tes swab yang menunjukan jika dia positif. (Shutterstock)
Imam musala positif corona menyangkal hasil tes swab yang menunjukan jika dia positif. (Shutterstock)

Terpisah, Kepala II Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DKI Jakarta Catur Laswanto mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, masyarakat harusnya mematuhi fatwa MUI soal ibadah di rumah saat pandemi.

"Patuhilah imbauan itu," tegasnya.

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada 16 Maret lalu, haram hukumnya orang yang terjangkit corona ikut salat tarawih berjemaah di masjid. Fatwa tersebut bersifat tuntunan dan pedoman.

Dalam kondisi normal, berjemaah di masjid atau musala sangat dianjurkan bagi umat Islam. Namun, di saat seperti ini, menjaga kesehatan umat juga menjadi kewajiban. Gimana menurutmu, Millens? (Det/MG29/E03)