Tes Kesiapan Pengelola, UPTD Goa Kreo Gelar Simulasi New Normal

Tes Kesiapan Pengelola, UPTD Goa Kreo Gelar Simulasi New Normal
Disbudpar turut hadir dalam simulasi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

UPTD Goa Kreo menggelar simulasi yang melibatkan Disbudpar serta pejabat setempat. Berbagai skenario telah disiapkan oleh pengelola. Lalu bagaimana tanggapan Disbudpar?

Inibaru.id – Jumat (2/7) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Goa Kreo menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan. Acara ini diikuti oleh jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta kepala UPTD di lingkungan Kota Semarang dan beberapa tokoh masyarakat Kandri.

Dalam kesempatan tersebut, petugas Goa Kreo melayani  tamu undangan yang juga bertindak sebagai pengunjung. Mulai dari loket pembayaran, pengunjung diminta untuk mengantre. Sementara untuk pembayaran, pegelola mengimbau pengunjung untuk menggunakan pembayaran nontunai.

Saat memasuki wisata, pengunjung juga bakal mendengar beberapa imbauan melalui pengeras suara. Bahkan beberapa pedagang sudah mulai menggelar lapak yang menyediakan kacang untuk pakan monyet liar.

Pembayaran nontunai diutamakan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Pembayaran nontunai diutamakan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Mamit Sumitra, Ketua UPTD Goa Kreo mengatakan bahwa simulasi ini digelar guna mengetahui kesiapan pengelola serta pedagang kakilima di wilayah tersebut.

“Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kami dan warga masyarakat dalam hal ini adalah PKL Goa Kreo,” ungkap Mamit.

Selain beberapa hal di atas, Mamit juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan enam pos pantau yang disebar ke beberapa titik. Dari pos inilah para petugas akan mengawasi pengunjung agar tetap menjaga jarak.

“Di beberapa titik juga ada pos pantau terbagi dari 6 posko, jika terjadi kerumunan maka kami samperi dan ingatkan,” ungkap Mamit meyakinkan.

Lurah Kandri, Agus Muryanto yang kala itu turut hadir juga menekankan bahwa dirinya dan masyarakat Desa Kandri mendukung sepenuhnya terkait aktivitas di Goa Kreo. Dia juga berharap agar kenormalan baru yang diterapkan dapat mendisiplinkan pengunjung dan masyarakat.

Lebih dari itu Agus mengungkapkan bahwa dibukanya Goa Kreo bisa memutar roda perekonomian masyarakat terutama di bidang UMKM.

Antrean pengunjung. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Antrean pengunjung. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Terima kasih karena UMKM-nya sudah berjalan, intinya untuk mengundang masyarakat luas untuk berkunjung,” ungkapnya.

Sayangnya setelah melalui berbagai pertimbangan, Indriyasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang kala itu turut hadir belum memberikan rekomendasi pada pengelola untuk membuka wiasta tersebut. Menurutnya masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan bisa ditingkatkan dalam simulasi selanjutnya.

“Mohon maaf Pak Mamit sepertinya ini masih harus diperbaiki. Minggu ini tidak bisa dibuka terlebih dahulu,” ungkap Iin.

Untuk itu dirinya mendorong agar pengelola segera memperbaiki poin-poin evaluasi yang telah disampaikan olehnya sehingga Goa Kreo bisa segera dibuka. Kamu sudah kangen dengan Goa Kreo belum, Millens? (Zulfa Anisah/E05)