Terus Terdampak Covid-19, Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawan

Terus Terdampak Covid-19, Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawan
Garuda Indonesia memutus kontrak 700 akibat terdampak Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap penerbangan Tanah Air. Garuda Indonesia menjadi salah satu korbannya. Setidaknya 700 karyawan Garuda Indonesia akan diputus kontraknya.

Inibaru.id - Kabar buruk kembali muncul dari dunia penerbangan Tanah Air. Garuda Indonesia memutus kontrak 700 karyawannya. Mereka bahkan sudah menjalani kebijakan cuti nggak dibayar alias unpaid leave sejak Mei 2020.

Fakta ini diungkap oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Ratusan karyawan yang harus menerima nasib ini adalah yang berstatus tenaga kerja kontrak. Irfan mengakui kebijakan tersebut sebagai keputusan sulit yang terpaksa harus dilakukan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah dampak pandemi Covid-19 yang masih sulit untuk dikendalikan.

"Sejak awal, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang selalu kami kedepankan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, kami terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja perusahaan demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia," kata Irfan pada Selasa (27/10/2020).

Penerbangan Tanah Air mengalami dampak sangat buruk akibat pandemi Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Penerbangan Tanah Air mengalami dampak sangat buruk akibat pandemi Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Irfan melanjutkan, kondisi pandemi memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan. Meskipun peraturan penerbangan sudah sedikit longgar, tetap saja kondisi Garuda Indonesia belum menunjukan perbaikan yang signifikan. Hal inilah yang membuat Garuda akhirnya mengeluarkan keputusan sulit ini.

"Kami sampaikan terima kasih kepada karyawan yang terdampak kebijakan ini, khususnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan terhadap perusahaan," lanjut Irfan.

Irfan mengaku pihaknya nggak menyangka pandemi Covid-19 bisa begitu sulit untuk dikendalikan. Hal ini sudah di luar perkiraan Garuda Indonesia sehingga menyebabkan efek yang sangat parah.

"Namun kami yakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan kami lakukan kedepan, dapat mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan perusahaan di masa yang akan datang," tandasnya.

Nggak hanya perusahaan besar seperti Garuda Indonesia yang terdampak. Berbagai usaha kecil dan menengah (UMKM) juga banyak yang merugi akibat pandemi. Memang, kita harus jaga jarak dan sebisa mungkin mengurangi ke luar rumah demi mencegah penularan. Hanya, jangan ragu untuk membelanjakan uang kepada mereka yang masih membuka usahanya, ya, Millens(Kom/IB28/E07)