Terus Rugi, Sejumlah Mal Tutup dan Rumahkan Puluhan Ribu Karyawan

Terus Rugi, Sejumlah Mal Tutup dan Rumahkan Puluhan Ribu Karyawan
Ilustrasi- Pandemi bikin banyak mall tutup. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) melaporkan bahwa ada ribuan pegawai mal yang kena PHK dan dirumahkan. Selain itu sejumlah mal tutup karena merugi.

Inibaru.id - Dampak pandemi sungguh mengejutkan. Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) mencatat sebanyak 80.000 pegawai mal atau pusat perbelanjaan dirumahkan dan di-PHK. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, menurutnya langkah itu terjadi karena mal sudah mengalami rugi selama pandemi sejak Maret 2020.

"Jumlah pekerja yang terkena PHK ataupun dirumahkan ada sekitar 80.000 orang," kata Alphonzus, Kamis (3/12).

Menurut laki-laki yang juga direktur AEON Mall itu, banyak penyewa yang nggak memperpanjang sewa pada saat kontrak berakhir. Hal ini akibat penurunan kunjungan yang mencapai 10-20 persen.

"Dan banyak penyewa yang tutup akibat sudah tidak mampu lagi melanjutkan usaha," jelasnya.

Contoh yang terbaru, pusat perbelanjaan Golden Truly tutup pada 1 Desember 2020. Golden Truly terletak di Jalan Gunung Sahari nomor 59, Jakarta Pusat.

Ilustrasi - Berkurangnya pengunjung membuat mal rugi dan imbasnya mem-PHK pegawai. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi - Berkurangnya pengunjung membuat mal rugi dan imbasnya mem-PHK pegawai. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

"Kepada seluruh customer loyal kami, terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan terhadap Mall Golden Truly selama hadir di Jalan Gunung Sahari," tulis pernyataan resmi melalui resmi @goldentruly.

Dalam postingan tersebut, manajemen memaparkan mulai tanggal 1 Desember 2020, mal akan dikelola oleh manajemen baru. Manajemen juga menambahkan, bagi konsumen  yang masih ingin berbelanja sekarang Golden Truly juga membuka lapak secara daring.

"Kami di Tokopedia dan Shopee. See you soon and visit online," lanjutnya.

Selain Golden Truly, ada juga  PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) atau Matahari Store yang menutup sejumlah gerai retailnya tahun ini. Dalam keterbukaan informasi BEI, perusahaan melaporkan akan menutup 6 gerainya di akhir Desember 2020.

Keenam gerai besar Matahari Store tersebut ditutup karena nggak menguntungkan. Adapun lokasi gerai berada di Jawa sebanyak empat gerai, Bali dan Sulawesi masing-masing satu gerai.

"Dengan begitu, jumlah gerai akan berkurang dari 153 menjadi 147 gerai pada akhir 2020," tulis manajemen LPPF dalam keterbukaan informasi BEI, Minggu (29/11).

Sebanyak 147 gerai itu dimaksimalkan untuk tetap beroperasi dan akan terus dipantau kegiatannya. Kemudian ada 23 gerai saat ini yang masuk daftar pantauan untuk peningkatan kinerja.

Wah, ikut prihatin dengan kabar ini ya, Millens. (Kum/IB28/E05)