Terus Ramai Disoal Warganet, Begini Cara Kerja Kalung Antivirus Kementan!

Terus Ramai Disoal Warganet, Begini Cara Kerja Kalung Antivirus Kementan!
Kalung Antivirus Kementan. (farmasetika)

Warganet banyak yang mencibir kalung antivirus Kementan. Salah satu peneliti yang membuat kalung ini pun memberikan penjelasan terkait dengan cara kerjanya.

Inibaru.id – Warganet masih heboh membahas kalung antivirus Kementerian Pertanian (Kementan) RI sampai kini. Banyak dari mereka yang mempertanyakan cara kerja dari kalung tersebut. Terlebih, kalung ini dirilis saat pandemi virus Covid-19 masih belum bisa dikendalikan di Indonesia.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Dr Ir Evi Savitri Iriani MSi yang mengaku terlibat dalam penelitian pembuatan kalung tersebut pun angkat bicara. Nggak ingin warganet salah sangka dan terus mencibir kalung antivirus ini, dia kemudian memberikan penjelasan terkait cara kerjanya.

Evi bercerita bahwa beberapa kenalannya yang positif Covid-19 dilibatkan dalam penelitian yang memakai bahan eucalyptus ini. Hanya, dia menegaskan bahwa penelitian tersebut bukanlah uji klinis, melainkan hanya percobaan biasa.

Pemilihan bahan eucalyptus serta kayu putih cuma karena bahan-bahan ini cenderung aman digunakan siapa saja.

Kalung yang telah diberi aroma eucalyptus itu kemudian dikenakan oleh para kenalan yang positif Covid-19. Sebagai informasi, sebelumnya mereka mengalami sensasi mengganjal yang berat di tenggorokan dan hidung.

“Seperti merasakan cairan atau dahak kental di tenggorokan mereka. Tapi dikeluarkan nggak bisa. Kalau ditelan juga sakit, dipakai bernapas juga berat,” terang Evi.

Mentan Syahrul Yasin Limpo memakai kalung antivirus. (Twitter/@Syahrul_YL)
Mentan Syahrul Yasin Limpo memakai kalung antivirus. (Twitter/@Syahrul_YL)

Setelah menghirup aroma eucalyptus dari kalung, para pasien yang memakai kalung ini sedikit demi sedikit bisa bernapas dengan lebih lega. Padahal, sebelumya mereka membutuhkan bantuan oksigen.

“Jadi sebelum ini mereka mengalami gangguan pernapasan dan mengalami bengkak pada paru-paru. Eucalyptus bisa menekan gejala pembengkakan ini,” lanjut Evi.

Sebenarnya, Evi dan timnya juga membuat produk selain kalung, yakni inhaler atau roll on yang bisa langsung diarahkan ke hidung. Namun, nggak semua orang terbiasa membawanya. Dengan dijadikan kalung, semua orang bisa memakai dan menghirup aromanya.

Meski begitu, Evi membantah anggapan banyak orang bahwa kalung ini bisa membunuh virus di sekitar manusia. Kalung ini nggak bisa memberikan dampak tersebut.

“Kalau virus masih ada di rongga hidung dan belum masuk ke paru, lewat kalung inilah kita ingin mencegah virus agar nggak sampai mencapai paru. Di sinilah peran antivirus kalung tersebut,” jelas Evi.

Kalau menurut kamu, apakah kalung antivirus Kementan ini memang cukup ampuh mencegah efek dari Covid-19, Millens? (Kom/IB09/E03)