Survei Membuktikan, Wisatawan Lebih Suka Berinteraksi dengan Pengelola Penginapan

Survei membuktikan, sebanyak 63 persen responden yang merupakan wisatawan percaya masa inap menjadi jauh lebih bermakna karena orang-orang yang mengelola akomodasi/penginapan. Karena itu, mereka lebih suka berkomunikasi dengan pengelola akomodasi.

Survei Membuktikan, Wisatawan Lebih Suka Berinteraksi dengan Pengelola Penginapan
Wisatawan lebih nyaman tinggal dengan tuan rumah. (Kompas/ Silvita Agmasari)

Inibaru.id – Zaman yang serbadigital nggak serta merta membuat orang-orangnya menjadi ansos alias antisosial. Begitu juga dengan wisatawan zaman now yang suka bertualang ke pelbagai daerah. Menurut survei yang dilakukan agen penyedia tiket wisata Booking.com, berinteraksi dengan penyedia akomodasi membuat liburan lebih bermakna.

Dari survei yang diikuti 21.500 responden, sebanyak 63 persen di antaranya setuju dengan hal itu. Sejumlah 51 persen responden justru mengungkapkan lebih memilih menginap di bangunan yang sama dengan pengelolanya. Hal ini dikarenakan mereka merasa lebih terbantu.

Dilansir dari laman Kompas, Kamis (11/4/2019) tuan rumah akomodasi memiliki peran yang cukup penting dalam hal ini, yakni untuk membuat tamunya lebih betah berada di sana. Berdasarkan survei, 66 persen wisatawan suka disambut hangat tuan rumah karena mereka merasa seperti meningap di rumah sendiri.

Sebanyak 62 persen wisatawan menganggap jika tuan rumah merupakan orang lokal yang bisa memberi informasi penting saat berwisata di daerah tersebut. Selain itu, 45 persen wisatawan lainnya juga bisa meminta bantuan tuan rumah untuk lebih hemat dan terhindar dari jebakan turis.

Nggak hanya itu, 44 persen wisatawan juga mengakui mereka ingin menambah lingkaran sosial mereka. Para wisatawan itu juga berharap diundang ke pesta lokal orang yang mengelola akomodasi.

Namun, nggak semua wisatawan ingin berinteraksi dengan frekuensi yang cukup tinggi dengan tuan rumah. Wisatawan mengakui mereka hanya perlu melihat tuan rumah mereka sekali saja, beberapa di antaranya juga berharap dihubungi hanya sekali saat check-in dan sekali saat check-out.

Terlebih, sebanyak 69 responden percaya tuan rumah harus mengetahui secara intuitif jumlah waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama tamu. Empat dari lima responden merasa hal ini adalah cara yang tepat untuk menghargai kebutuhan tamu akan ruang pribadi dan privasi mereka.

Kalau kamu jadi wisatawan, kamu tipe yang mana nih, Millens? (IB24/E04)