Ternyata Pemilik Nikahsirri.com Itu CEO Uberjek

Pemilik situs nikahsirri.com rupanya menjadi pemain ojek online yang belum banyak dikenal, Uberjek. Itu karena Uberjek tak menerapkan keharusan berseragam bagi pengemudinya.

Ternyata Pemilik Nikahsirri.com Itu CEO Uberjek
Aris Wahyudi (Foto: Edward Febriyatri Kusuma/Radar Banyumas)

Inibaru.id - Aris Wahyudi (49), pemilik situs lelang perawan dan nikah siri, nikahsirri.com, sudah ditangkap polisi dan jadi tersangka untuk kasus pornografi dan human trafficking. Dalam banyak pemberitaan, sosoknya disebut sebagai orang yang gagal dalam pilkada Banyumas dan disebut istrinya sebagai orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Tidak banyak yang tahu, ternyata selama ini Aris menjadi CEO PT Uberjek Trans Indonesia, sebuah bisnis ojek online. Hal tersebut disampaikan ketua RT di mana tempat  kantor nikahsirri.com berada.

"Sempat saya tanya, yang bersangkutan bilang ke saya punya usaha di bidang IT, namanya Uberjek," ujar Ketua RT 01, Teguh, saat ditemui di kediamannya, Jalan Manggis, Perumahan Angkasa Puri, Jatimekar, Jatiasih, seperti dilansir Detikcom Sabtu (23/9/2017).

Baca juga: Jejak Bos Nikahsirri, Dari Kalah Pilkada Banyumas Hingga Dianggap Gila

Teguh mengatakan, sebagai pengontrak, Aris menaati tata tertib lingkungan. Aris juga aktif mengikuti kegiatan lingkungan warga.

"Mereka masuk bulan Juni lalu sebelumnya bilang tinggal di Cianjur. Orangnya enak, familiar sebetulnya dengan warga," ujar Teguh.

Teguh mengatakan setelah viralnya situs nikahsirri.com, warga di sekitar mulai resah. Mereka takut alamat yang dicantumkan dalam situs membawa stigma tertentu.

"Kita tidak terima, takutnya situs itu membawa hal-hal yang negatif,” tutur Teguh.

Seperti dilansir Detikcom, Aris membenarkan dirinya CEO Uberjek Trans Indonesia di Bengkulu, Karawang, dan Magelang. Perihal situs lelang perawan yang menjadi viral, menurutnya, nikahsirri.com sebetulnya semacam biro jodoh di media sosial.

"Ya ini semacam jaring sosial ketertarikan antarpasangan. Kalau soal izin, saya juga kurang paham,” ujarnya.

Menurut keterangan yang dimuat di dalam laman resminya, Uberjek (PT Uberjek Trans Indonesia) didirikan oleh Aris Wahyudi dan seorang tokoh nasional yang punya perhatian besar pada permasalahan trasportasi. Namun sayang, tokoh tersebut belum mau diekspose identitasnya.

Baca juga: Geger Situs Lelang Perawan, Begini Pengakuan Pendiri NIkahsirri.com

Selain sebagai co-founder, Aris Wahyudi juga menjabat sebagai CEO dari UberjeK. Aris Wahyudi disebutkan sebagai alumnus Essex University di Inggris, yang sempat dikirim tugas belajar oleh mantan presiden BJ Habibie melalui program OFP (Overseas Fellowship Program).

Dijelaskan lebih lanjut, yang membedakan UberJek dari ojek online lainnya adalah, Uberjek tidak menerapkan pemakaian seragam untuk para pengemudinya. Hal ini disebabkan UberJek didirikan untuk menjadi “ojek private” atau “ojek pribadi” bagi semua orang. Selain itu, para penumpang juga tidak akan dikenali sebagai penumpang ojek.

Uberjek juga akan membatasi jumlah rider-nya hanya sampai 8.000 orang saja. Pihak Uberjek juga merilis survei yang memaparkan bahwa 47% penumpang lebih suka naik ojek berseragam. Sementara itu, sebagian besar lainnya, yaitu 53%, justru menginginkan naik ojek private (tak berseragam). Hal inilah yang membuat mereka yakin mendapatkan pangsa pasar cukup besar. (PA/SA)