Ternyata, Pembalut Dibuat untuk Laki-laki

Ternyata, Pembalut Dibuat untuk Laki-laki
Pembalut dulunya dibuat untuk laki-laki, tepatnya para tentara. (Flickr/ Marco Verch)

Percaya nggak kalau pembalut aslinya dibuat untuk laki-laki? Sejarah dari benda ini bahkan jauh lebih gelap dari yang kita kira, lo. Seperti apa, ya?

Inibaru.id – Kalau membicarakan tentang pembalut, yang terpikir tentu adalah barang yang dibutuhkan oleh perempuan. Hanya, kamu tahu nggak kalau pembalut aslinya dibuat untuk laki-laki? Lho, lantas fungsinya, apa ya aslinya?

Sejarah pembuatan pembalut ternyata cukup gelap, lo. Jadi gini, saat pecah Perang Dunia I, banyak tentara yang mengalami luka parah dan akhirnya meninggal karena kehabisan darah. Alhasil, banyak tenaga medis yang terpikir untuk membuat barang yang bisa membalut luka dengan lebih baik. Salah satunya adalah Kimberly Clark Corporation.

Perusahaan ini kemudian menciptakan barang yang jadi cikal bakal pembalut modern dengan bahan cellucotton. Menariknya, ada tentara yang bahkan memakai barang ini sebagai masker penutup hidung dan mulut, lo.

Tahu bahwa alat ini bisa menyerap barang dengan baik, Kimberly Clark Corporation akhirnya terpikir untuk menjadikannya pembalut khusus wanita pada 1920-an. Jenamanya adalah Kotex. Namanya pasti nggak asing di telingamu, kan?

Menariknya, ada lo benda-benda lain yang sekarang dipakai kaum perempuan yang awalnya ternyata diciptakan untuk kaum laki-laki. Berikut adalah benda-benda tersebut.

Sepatu Hak Tinggi

Dulu sepatu hak tinggi juga diperuntukkan bagi laki-laki. (Flickr/

lostsockscorporation)
Dulu sepatu hak tinggi juga diperuntukkan bagi laki-laki. (Flickr/ lostsockscorporation)

Kamu percaya nggak kalau sepatu hak tinggi itu dulunya dibuat untuk laki-laki? Nah, perempuan baru mulai memakainya pada abad ke-17. Menariknya, kini sepatu hak tinggi justru lebih identik dengan sepatu perempuan dibandingkan dengan sepatu laki-laki, Millens.

Jadi, awalnya sepatu hak tinggi alias high heels ini dibuat Bangsa Persia pada sekitar abad ke-10. Saat itu, sepatu ini ditujukan bagi para tentara yang memakai kuda. Tujuannya agar memudahkan mereka mengunci kaki pada pijakan kaki di pelana saat naik kuda. Dengan keseimbangan yang lebih baik, tentu saja mereka bisa lebih mudah menyerang atau memanah.

Penggunaan sepatu hak tinggi bagi laki-laki bergeser ke fesyen. Pada abad ke-17, kaum aristokrat Eropa memakainya agar terlihat lebih mengintimidasi.

Stocking

Stocking baru dipakai perempuan mulai abad ke-19. (Flickr/

Andrea Kirkby)
Stocking baru dipakai perempuan mulai abad ke-19. (Flickr/ Andrea Kirkby)

Iya, stocking yang sering dipakai kaum hawa sekarang ini ternyata dulunya juga diciptakan bagi kaum Adam, lo awalnya. Pada abad ke-9, banyak laki-laki yang memakai yang berwarna putih sebagai penanda bahwa mereka berasal dari kalangan atas. Sementara itu, laki-laki dari kelas bawah memakai stocking dengan warna hitam.

Tradisi laki-laki memakai stocking ini mulai pudar pada abad ke-19 saat perempuan mulai memakainya. Lama-kelamaan, stocking lebih identik dengan barang yang dipakai wanita sehingga akhirnya nggak lagi dipakai pria.

Tas Tangan

Tas tangan baru identik dengan perempuan sejak 1900-an. (Flickr/

Make Lemons)
Tas tangan baru identik dengan perempuan sejak 1900-an. (Flickr/ Make Lemons)

Sebenarnya, saat dipakai para lelaki pada abad pertengahan, tas ini lebih tepat disebut sebagai tas pinggang karena dikaitkan dengan ikat pinggang laki-laki. Bbentuknya memang mirip dengan tas tangan perempuan zaman sekarang. Barulah pada 1900-an, tas ini mulai lebih sering dipakai perempuan dan kini justru identik dengan barang mereka.

Bisa dibayangin nggak kalau barang-barang seperti pembalut dulunya diciptakan bagi laki-laki, Millens? Haha. (Buz/IB09/E05)