Ternyata, Pasien Pertama Mak Erot Adalah Orang Jepang!

Ternyata, Pasien Pertama Mak Erot Adalah Orang Jepang!
Mak Erot bersama Aming. (Konsultasi Digital Marketing)

Kalau ada masalah disfungsi ereksi, pasti yang kali pertama terpikir adalah Mak Erot. Beliau memang legenda dalam hal pengobatan masalah ini. Hanya, tahu nggak kalau pasien pertama Mak Erot adalah orang Jepang, bukan orang Indonesia?

Inibaru.id - Kamu tentu nggak asing dengan nama Mak Erot, Millens? Di Indonesia, nama itu identik dengan pengobatan masalah reproduksi para laki-laki. Hanya, kamu tahu nggak kalau pasien pertama Mak Erot adalah orang Jepang, bukan orang Indonesia?

Meskipun tokoh ini sudah meninggal di Gunung Pasir Baru, Kampung Cigadog, Desa Caringin, Cisolok, Sukabumi pada 2008 lalu, namanya masih melegenda hingga sekarang. Praktik pengobatan masalah reproduksinya kini diteruskan oleh anaknya, Saepuloh. Nah, sang anak juga sempat membeberkan sejumlah kisah unik ibunya.

Ternyata, Mak Erot telah melakukan praktek pengobatan alat vital sejak zaman penjajahan Jepang atau pada sekitar 1940-an. Ilmu yang digunakan oleh Mak Erot untuk melakukan pengobatan itu dia dapatkan usai berpuasa selama 40 hari.

"Saat itu Mak bermimpi didatangi oleh pria yang mengenakan baju serba putih. Pria itu mengatakan kepada Mak bahwa ilmu yang ia berikan untuk bekal dirinya dan seluruh keturunannya. Ilmu tersebut harus digunakan untuk menolong orang," jelas Saepuloh.

Mak Erot berjasa besar bagi orang-orang dengan masalah kelamin. (Shutterstock)<br>
Mak Erot berjasa besar bagi orang-orang dengan masalah kelamin. (Shutterstock)

Nggak lama setelah mimpi itu, ada serdadu Jepang yang datang ke rumah Mak Erot. Ternyata, prajurit itu minta diobati karena mengalami gangguan disfungsi ereksi. Singkatnya, keluhan tentara Jepang itu mampu diatasi Mak Erot. Semenjak saat itulah namanya mulai terkenal sebagai tabib kejantanan.

Saepuloh menerangkan kalau ada tiga jenis ramuan yang dia berikan kepada pasien. Untuk yang dioles, bahan-bahannya berasal dari binatang. Sementara, ramuan yang diminum dan dimakan bahan bakunya dari tanaman.

Nah, untuk ramuan terakhir, bahan-bahannya nggak bakal dibocorkan karena jadi rahasia keluarga. Meski begitu, Saepuloh mengaku tanaman-tanaman liar ini nggak sulit dicari karena tumbuh di sekitar rumah.

“Kalau ditanam secara sengaja malah mengurangi khasiatnya,” ujar Saepuloh.

Mak Erot saat melakukan pengobatan. (Jeda.id)
Mak Erot saat melakukan pengobatan. (Jeda.id)

Hingga saat ini, pasien masih berdatangan di tempat Mak Erot. Tak hanya mengatasi masalah seksualitas, ada juga yang ingin memperpanjang alat kelaminnya. Hanya, bagi mereka yang ingin memperpanjang alat kelamin, harus membuat surat perjanjian terlebih dahulu.

Sebelum meninggal, Mak Erot sempat meminta semua keluarganya berkumpul dan berwasiat agar anak-cucunya meneruskan pengobatan terapinya. Dia juga berpesan kepada keluarga untuk banyak menyumbang ke masjid dan pesantren setiap ada rezeki.

Sesuai wasiatnya, terapi pengobatan Mak Erot dilanjutkan oleh anak-cucu. Semua metode dan rahasia pengobatannya tentu sudah diwariskan kepada mereka.

Nggak nyangka ya Millens kalau pasien pertama Mak Erot adalah orang Jepang. (Oke/IB28/E07)