Ternyata, Marah Bisa Dibagi Menjadi Tiga Jenis

Marah ternyata bisa dibagi menjadi tiga jenis lo. Sayangnya, ketiga jenis ini nggak baik untuk kesehatan mental jika nggak dikelola dengan baik.

Ternyata, Marah Bisa Dibagi Menjadi Tiga Jenis
Marah. (Doktersehat)

Inibaru.id – Marah, frustrasi, dan kesal adalah hal yang sangat manusiawi. Apalagi jika seseorang sedang menghadapi masalah atau sesuatu yang nggak menyenangkan. Hanya saja, orang juga harus pandai-pandai mengendalikan diri agar nggak sampai lepas kendali saat marah karena bisa jadi merugikan diri sendiri atau orang lain. Nah, sebelum mencoba melatih pengendalian diri saat sedang emosi, juga sebaiknya mengetahui jenis marah atau emosi yang biasa kamu alami.

Kompas.com (16/2/2019) menulis kecenderungan orang untuk marah bergantung pada di lingkungan seperti apa dia dibesarkan.

Seorang psikiater bernama Peter Andrew Sacco, PhD menyebut ada orang yang justru memilih untuk menghindari rasa marah atau diam saja dan nggak meluapkan amarah meskipun sebenarnya emosi di dalam jiwa sudah meluap-luap. Biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang dibesarkan di keluarga yang terbiasa menghindari konflik.

Meskipun bisa mencegah datangnya masalah, kebiasaan memendam amarah ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan mental, tepatnya dalam hal meningkatan risiko depresi. Kamu pun harus pandai-pandai melepaskan amarah dengan cara yang lebih positif atau belajar untuk mengungkapkan rasa nggak senang atau nggak setuju pada orang lain dengan cara yang tepat sehingga tetap bisa mengeluarkan unek-unek tanpa harus menyebabkan konflik.

Jenis marah yang kedua adalah memilih untuk menyimpan dendam. Hal ini juga bisa memberikan dampak yang berbahaya karena akan mendorong orang untuk melakukan hal negatif di masa depan. Selain itu, menyimpan dendam juga nggak baik bagi kesehatan karena jiwa nggak berada dalam kondisi damai. Cobalah untuk memaafkan orang lain agar nggak mudah menyimpan dendam.

Jenis amarah yang ketiga adalah dilakukan oleh generasi milenial, yakni mengungkapkannya di media sosial. Banyak orang yang merasa lega setelah melakukannya, apalagi jika mendapatkan dukungan dari orang lain. Sayangnya, jika kamu melakukan itu pencitraanmu di media sosial menjadi kurang baik. Kamu pun akan dikenal sebagai pengeluh. Hal ini tentu nggak baik bagi kehidupan bersosial. 

Karena alasan inilah sebaiknya memang kamu nggak sembarangan mengungkapkan amarah di media sosial. Cobalah untuk bercerita ke sahabat atau keluarga saja demi membuat perasaan lega atau mendapatkan solusi yang tepat.

Kalau Millens marah, biasanya akan melakukan apa? (IB09/E05)